Rabu, 23 Mei 2012
Stasiun Meteorologi: Tinggi Gelombang Perairan Selatan Jateng Dipenagruhi Alun
Selasa, 10 Mei 2011 17:16
AddThis Social Bookmark Button

Cilacap, 10/5 (SIGAP) - Stasiun Meteorologi Cilacap menyatakan, tinggi gelombang di perairan selatan Jawa Tengah dipengaruhi keberadaan alun atau "swell" yang terjadi di Samudera Hindia sebelah barat Australia.

Analis cuaca Stasiun Meteorologi Cilacap, Teguh Wardoyo, di Cilacap, Selasa (10/5) mengatakan, saat ini di Samudera Hindia sebelah barat Australia terjadi gelombang tinggi akibat adanya alun atau 'swell'. Gelombang itu menurut Teguh, terjadi akibat tumbukan angin dengan permukaan air laut di tengah Samudera Hindia sehingga berdampak pada tinggi gelombang di perairan selatan Jateng.

Oleh karena itu, kata Teguh, tinggi gelombang maksimum di perairan selatan Jateng hingga tiga hari ke depan diprakirakan masih berkisar antara 2,5-3 meter.

Menurutnya, tinggi gelombang pada akhir pekan ini diprakirakan akan mengalami penurunan karena berdasarkan pengamatan, alun tersebut bergeser ke arah barat daya sehingga semakin jauh dengan perairan Indonesia, khususnya perairan selatan Jateng.

"Sebelumnya memang diprakirakan pada awal pekan ini tinggi gelombang di perairan selatan Jateng akan mengalami penurunan setelah sempat mencapai tiga meter pada hari Minggu (8/5) akibat adanya palung tekanan rendah di Samudera Hindia. Akan tetapi karena adanya fenomena alun, gelombang diprakirakan masih mencapai tiga meter," kata Teguh menjelaskan.

Lebih lanjut mengenai prakiraan tinggi gelombang pada hari Rabu (11/5), dia mengatakan, untuk wilayah pantai selatan Jateng diprakirakan berkisar antara 0,5-2,5 meter dengan kecepatan angin 20-40 kilometer per jam yang bertiup dari arah tenggara hingga barat daya.

Sementara di wilayah Samudera Hindia selatan Jateng, lanjutnya, tinggi gelombang diprakirakan berkisar antara 1,2-3 meter dengan kecepatan angin 25-45 kilometer per jam yang bertiup dari arah tenggara hingga barat daya.

"Saat ini masih masa transisi dari musim angin barat menuju angin timur sehingga arah angin masih bervariasi," katanya.

Disinggung mengenai prakiraan cuaca di wilayah Jateng bagian selatan, dirinya mengatakan, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi hingga akhir bulan Mei karena saat ini masih berada pada masa pancaroba atau peralihan dari musim hujan menuju kemarau.

Meskipun dalam dua hari terakhir cuaca di sebagian wilayah Kabupaten Cilacap dan Banyumas cenderung cerah dan panas.

"Peluang hujan diprakirakan masih terjadi dalam beberapa hari ke depan meskipun cuaca saat ini terlihat cerah. Di saat cuaca cerah dan terasa panas ini, penguapan akan tetap terjadi sehingga diprakirakan dapat mengakibatkan hujan dalam dua hingga tiga hari ke depan," katanya. (laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita