Rabu, 23 Mei 2012
BMKG Perkirakan Musim Hujan di Gorontalo Berakhir Juni
Selasa, 10 Mei 2011 04:54
AddThis Social Bookmark Button

Gorontalo, 10/5 (SIGAP) - Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Gorontalo memperkirakan musim hujan di wilayah itu, berakhir Juni 2011.

Fatuhri, Prakirawan Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) setempat, Selasa, mengatakan dengan berakhirnya musim hujan, maka pada minggu kedua bulan Juli, diperkirakan merupakan awal berlangsungnya musim kemarau Pada penghujung musim hujan ini, pihaknya memperingatkan masyarakat akan cuaca ekstrim yang bakal terjadi.

Dirinya menjelaskan, pola angin yang bertiup dari selatan membawa cukup uap air, sehingga berpotensi menimbulkan hujan sedang hingga lebat dan disertai petir, pola ini berpotensi terjadi di bagian selatan.

"Hujan berintensitas tinggi juga dapat berdampak longsor, warga harus hati-hati," kata Fatuhri.

Dia mengatakan, sepanjang 2010 hingga pertengahan 2011, Gorontalo tidak mengalami musim kemarau, hal ini disebabkan oleh efek global yang dikenal dengan fenomena Lanina.

Hujan menahun itu juga sempat menimbulkan banjir dan longsor di sejumlah titik.

Longsor dan banjir bandang sempat terjadi pada awal 2011 di Kabupaten Gorontalo utara dan Bone Bolango, bahkan sempat merusak sejumlah infrastruktur, seperti jembatan dan jalan raya.

Longsor dari perbukitan gundul juga terjadi di Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo, pada akhir Maret yang lalu, merusak ratusan rumah penduduk serta melumpuhkan pelayanan rumah sakit umum daerah (RSUD) Otanaha dan kantor Polsek setempat. (laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita