Rabu, 23 Mei 2012
BMKG: Satelite Pemantau NOAA Deteksi 136 Titik Api Di Sumatera
Selasa, 10 Mei 2011 03:53
AddThis Social Bookmark Button

Dumai, 10/5 (SIGAP) - Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Provinsi Riau di Pekanbaru menjelaskan, melalui satelite pemantau NOAA 18 terdeteksi sedikitnya 136 titik api atau "hotspot" yang tersebar di Sumatra.

Analisis BMKG Provinsi Riau, Marzuki, Selasa (10/5) menerangkan, sebaran titik api tersebut masing-masing di Provinsi Sumatra Utara 12, Jambi enam, Sumatra Selatan dua, dan Aceh serta Sumatra Barat masing-masing tiga titik api.

Sementara untuk Riau menurut Marzuki, terdeteksi paling banyak titik api, yakni 110 hotspot yang tersebar nyaris merata di seluruh wilayah kabupaten/kota meliputi Kabupaten Bengkalis dan Siak masing-masing 13 titik api, Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir masing-masing satu, serta Kuantan Singingi empat titik.

Selain itu, sambung Marzuki, hotspot juga terdeteksi di Kota Dumai sebanyak lima titik, Kabupaten Pelalawan 21 titik, Rokan Hulu enam titik dan yang terbanyak yakni di Kabupaten Rokan Hilir yakni 36 titik.

"Kemunculan titik panas atau hotspot ini sebenarnya sudah terdeteksi sejak dua hari lalu dimana pertumbuhannya terus meningkat dari hanya 10 di Sumatra pada tanggal 7 Mei, meningkat menjadi 60 di tanggal 8 Mei. Dan semalam (9/5), titik api sudah mencapai 136 titik," jelas Marzuki.

Pertumbuhan titik api yang kian pesat menurut Marzuki, disebabkan faktor cuaca yang dalam dua pekan terakhir di hampir seluruh Sumatra sangat minim hujan.

"Minimnya curah hujan sejak awal hingga memasuki pertangahan Mei (2011) ini, berkemungkinan disebabkan bertumbuhan awan yang sangat lambat, sehingga memicu kemarau di sejumlah wilayah Sumatra tidak terkecuali Riau," demikian Marzuki. (laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita