Rabu, 23 Mei 2012
Bupati Mukomuko: Hasil Panen Petani Semakin Turun
Selasa, 10 Mei 2011 03:52
AddThis Social Bookmark Button

Mukomuko, 10/5 (SIGAP) - Bupati Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, Ichwan Yunus Selasa menyampaikan penurunan hasil panen petani sejak 2010 hingga 2011 di daerah itu.

"Daerah ini, telah mengalami krisis pangan, hal ini disebabkan karena kurangnya hasil pasokan beras dari para petani," kata Ichwan Yunus.

Berdasarkan data 2008 hingga 2009 hasil panen petani di Kabupaten Mukomuko mencapai 40 ton dan ini menunjukkan satu prestasi yang sangat baik. Tetapi memasuki 2010, hasil panen petani mengalami penurunan hingga mencapai 37 ton.

"Angka penurunan pangan ini telah terjadi, sehingga untuk mengatasi krisis pangan kita harus melakukan satu strategi," urainya.

Ichwan Yunus mengatakan, untuk mendapatkan kembali hasil panen petani yang bisa mencukupi kebutuhan pangan di daerah ini, semua pihak dan dinas terkait harus bekerja sama dalam memberikan motivasi kepada petani.

"Pengentasan krisis pangan diperlukan kerja sama semua pihak sehingga apa yang kita harapkan dapat teratasi dengan baik," urainya.

Ichwan Yunus menerangkan, teknis dari peningkatan dari hasil panen merupakan tugas dan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan petani di daerah ini.

Pihaknya mengaku telah menambah jumlah areal persawahan dan mengurangi alih fungsi lahan dari sawah menjadi lahan perkebunan, katanya.

Sehingga setiap tahun hasil panen dapat ditingkatkan, dan pasokan beras di Kabupaten Mukomuko bisa mencukupi.

Sementara itu, Bupati menggambarkan mengenai ciri-ciri telah terjadi krisis pangan, daerah memiliki uang tapi tidak memiliki bahan baku, sedangkan ciri yang lainnya adalah dana tersedia tapi tidak memiliki bahan baku pangan.

Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan, dan Kehutanan Kabupaten Mukomuko Sapkani, menagetkan seluas 1.000 haktare pembukaan areal persawahan, disamping pembangunan infrastruktur irigasi dan jalan usaha tani.

"Pengawasan terhadap alihfungsi lahan juga terus dilakukan bekerja sama dengan petugas penyuluh lapangan," urainya.

Sosialisasi dan himbauan kepada petani supaya tidak melakukan alih fungsi lahan terus dilaksanakan, untuk menghindari berkurangnya areal persawahan di daerah ini. (laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita