Rabu, 23 Mei 2012
Sebanyak 17 Korban Banjir Di Garut Telah Diketahui Identitasnya
Senin, 09 Mei 2011 02:50
AddThis Social Bookmark Button

Garut, 9/5 (SIGAP) - Sebanyak 17 orang korban tewas, hilang dan dirawat akibat musibah banjir dan longsor melanda lima Kecamatan di Kabupaten Garut bagian selatan, Jawa Barat sudah diketahui identitasnya.

Data korban tersebut berdasarkan catatan posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Kecamatan Pameungpeuk, Minggu, berdasarkan informasi dari Kecamatan Cikelet, Pameungpeuk, Cisompet, Mekarmukti dan Cibalong.

Korban meninggal dunia yakni Yuningsih (30), Yoga (17), Heri (12) ketiganya warga Desa Cigadog, Kecamatan Cikelet, Hasanah (42), Siti Rohmah (8) dan Ihsan (15 bulan) ketiganya warga Desa Kertamukti, Kecamatan Cikelet dan Syaiful Hayat (47) warga Desa Sirnabakti, Pameungpeuk.

Korban hilang Risman (17) warga Desa Kertamukti, Yusuf (11), Deni (8) ketiga warga warga Desa Kertamukti, Kecamatan Cikelet, Rohim (56) dan Oom (50) warga Desa Junti Kecamatan Cikelet.

Korban yang menjalani perawatan medis, Toni (34) warga Desa Cigadog, Kecamatan Cikelet, Ade Diman (50), Alwi (4), Wildan (11), Roni (25) warga Desa Kertamukti Kecamatan Cikelet.

Sementara tim gabungan TNI, Polri, BPBD dan Tagana hingga Minggu masih melakukan penyisiran di daerah banjir dan longsor yang dipusatkan di Kecamatan Pameungpeuk dan Cikelet daerah yang cukup parah dilanda banjir serta longsor.

Warga korban selamat yang rumahnya terendam, hingga Minggu masih disibukan membersihkan lumpur sisa banjir di rumahnya masing-masing.

Dari lima kecamatan dilanda banjir, kerusakan tempat tinggal 59 rumah hancur, 333 rusak berat, 1482 rusak ringan.

Banjir bandang akibat luapan air sungai yang bermura ke laut, telah merusak 30 jmbatan, tiga kantor pemerintah dan areal persawahan 13599 hektar keadaan rusak. (laporan budi/ant)

 

Arsip Berita