Rabu, 23 Mei 2012
Gubernur: Pemerintah Aceh Fokuskan Pembangunan Sektor Migas
Senin, 09 Mei 2011 02:29
AddThis Social Bookmark Button

Banda Aceh, 9/5 (SIGAP) - Gubernur Aceh Irwandi Yusuf di Banda Aceh, Minggu (8/5) mengatakan, pemerintah Aceh akan lebih memfokuskan pembangunan di sektor non minyak dan gas (migas), karena pendapatan yang dihasilkan dari migas terus mengalami penurunan setiap tahunnya.

"Pembangunan Aceh saat ini tidak bisa mengandalkan dari hasil migas sebab produksinya terus mengalami penurunan hingga 20 persen setiap tahunnya," kata Irwandi.

Dirinya menyampaikan hal itu di sela-sela membuka Aceh Fair 2011 yang berlangsung di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh dan turut dihadiri Wakil Ketua DPR RI Ahmad Farhan Hamid dan unsur pimpinan daerah setempat.

Aceh Fair yang diselenggaran di ibu kota Provinsi Aceh itu menyediakan sekitar 250 anjungan yang diisi oleh 23 peserta kabupaten/kota, institusi pemerintah, perusahaan swasta dan sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Irwandi mengatakan, Aceh memiliki peluang besar untuk meningkatkan pembangunan di sektor non migas seperti pertanian, perkebunan, perikanan dan berbagai industri kerajinan masyarakat yang kini terus dikembangkan.

"Sektor non migas dalam beberapa tahun terakhir memberikan kontribusi besar terhadap pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), sehingga pengembangannya harus ditingkatkan" katanya.

Karena itu, Pemerintah Aceh terus berupaya mempromosikan Aceh kepada pengusaha luar untuk dapat menanamkan modalnya di sektor non migas dan berbagai peluang investasi di provinsi paling ujung barat Indonesia tersebut.

"Pemerintah Aceh akan terus mendorong, mendukung dan memberikan berbagai kemudahan bagi para investor yang ingin menanamkan sahamnya di seluruh kawasan," katanya.

Dirinya menambahkan, sektor industri pengolahan dan kerajinan tangan yang ikut dipromosikan pada ajang Aceh Fair tersebut juga merupakan upaya menarik para pemegang modal berinvestasi di sektor tersebut.

"Kami berharap event Aceh Fair yang diselenggarakan sejak 8-12 Mei 2011 tersebut dapat memberikan manfaat dalam pembangunan ekonomi dan mempromosikan berbagai produk unggulan dan potensi usaha yang tersebar di bumi Iskandar Muda ini," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan UKM Provinsi Aceh Cipta Hunai mengatakan Aceh Fair yang diselenggarakan Pemerintah Aceh tersebut dibagi kepada empat kelompok yakni 70 anjungan inter prainer, 56 anjungan produk Usaha Kecil Menengah dan unggulan dari seluruh kabupaten/kota di Aceh.

Selanjutnya, sekitar 30 anjungan job fair yaitu perusahaan yang siap memfasilitasi dan memfasilitasi generasi Aceh untuk bekerja dan 17 anjungan kuliner kas Aceh.

Dalam kegiatan Aceh Fair tersebut juga mengelar serangkaian kegiatan lainnya diantaranya, kontes Mie Aceh, Tausiah ustad Jefri dan pertemuan kerja sama antara tiga negara Indonesia-Malaysia-Thailand.

"Kami berharap kegiatan Aceh Fair dapat meningkatkan minat dan mendorong iklim usaha yang kondusuif dalam pembangunan ekonomi ke arah yang lebih baik," demikian Cipta menjelaskan. (laporan sofyan/ant)

 

Arsip Berita