Rabu, 23 Mei 2012
Kadiskes: Wilayah Banten Hingga Kini Dinyatakan Daerah Eendemis Malaria
Senin, 09 Mei 2011 01:39
AddThis Social Bookmark Button

Lebak, 9/5 (SIGAP) - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten dr.Djaja Budhi Suhardja mengatakan, wilayah Banten hingga kini masih dinyatakan daerah endemis penyakit malaria karena memiliki pesisir pantai yang berpotensi berkembangbiaknya jentik nyamuk anopheles.

Biasanya, nyamuk anopheles sebagai pembawa virus malaria hidup di sekitar laguna-laguna pantai.

"Saat ini daerah endemis malaria wilayah pesisir pantai Kabupaten Lebak dan Pandeglang," kata Djaja Budhi Suhardja saat dihubungi, Minggu (8/5).

Djaja mengatakan, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten terus melakukan upaya pencegahan dini agar penyakit yang mematikan itu tidak menimpa masyarakat pesisir pantai.

Pencegahan tersebut di antaranya dengan melakukan gerakan kebersihan lingkungan di pemukiman warga juga menyemprotkan larvaciding guna membunuh jentik-jentik nyamuk anopheles yang berkembangbiak di laguna-laguna.

Selain itu juga mengadakan pelatihan bimbingan teknis bagi petugas laboratorium dan petugas lapangan agar dapat terdeteksi munculnya gejala penyakit malaria tersebut.

Pelatihan ini, kata Djaja, salah satu upaya untuk mencegah penyakit menular agar tidak menyerang warga lainya yang tinggal di sekitar Pantai Selatan.

Dirinya juga mengatakan, pihaknya terus melakukan evaluasi langsung ke daerah-daerah endemik malaria di Kabupaten Lebak dan Pandeglang, terlebih saat ini curah hujan masih terjadi.

Dengan evaluasi tersebut tentu bisa dilakukan antisipasi untuk mengetahui perkembangan jenis penyakit malaria.

Selama ini, katanya, malaria yang menyerang warga yakni jenis vivak.

Dirinya menyebutkan daerah endemis malaria di Kabupaten Lebak tersebar di enam wilayah Kecamatan Cihara, Binuangen, Bayah, Cilograng, Malingping, dan Panggarangan.

Sedangakan, Kabupaten Pandeglang tersebar di Kecamatan Panimbang, Sumur, dan Labuan.

"Kami mengimbau pada musim hujan seperti sekarang ini agar warga waspada terhadap penyakit malaria," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Puseksmas Bayah Kabupaten Lebak H Edi Sunaedi mengatakan, pihaknya hingga kini terus melakukan penyuluhan dan sosialisasi tentang prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di daerah rawan malaria.

Selain itu, juga melakukan tindakan pengobatan jika mereka terserang penyakit malaria.

Sejak Januari-April 2011, kata Edi, jumlah kasus malaria menyerang 25 orang dan tidak ada korban jiwa.

Mereka pasien yang positif terkena malaria dirawat di Puskesmas setempat dengan pelayanan gratis.

"Kami minta warga jika alami demam tinggi serta dingin menggigil maka segera pergi untuk berobat ke Puskesmas maupun rumah sakit," katanya.(laporan panji al husen/ant)

 

Arsip Berita