Rabu, 23 Mei 2012
Di Gianyar Setiap Bulan Ditemukan Pengidap HIV/AIDS
Minggu, 08 Mei 2011 04:17
AddThis Social Bookmark Button

Gianyar, 8/5 (SIGAP) - Pengidap HIV/AIDS di Kabupaten Gianyar, Bali, terus bertambah karena setiap bulan selalu ditemukan penderita baru, kata Ketua Konseling dan Tes Sukarela (VCT) HIV/AIDS Rumah Sakit Sanjiwani dr I Putu Alit Sudarsana.

"Untuk 2011 ini terbanyak ditemukan pada Januari, yakni dari 43 kunjungan dan konseling, tujuh di antaranya positif terkena penyakit HIV/AIDS," kata Alit Sudarsana di Gianyar, Sabtu (7/5).

Menurut Alit, pada Februari telah ditemukan enam warga positif HIV/AIDS dari 21 orang yang diperiksa. Sementara Maret ada empat orang yang positif, sedangkan April berjumlah lima orang penderita.

"Jika dirata-rata dari lima orang yang menjalani konseling ada satu yang positif HIV/AIDS," katanya.

Dirinya mengemukakan, para penderita itu tidak bisa dipastikan apakah sebagai pekerja seks komersial atau bukan, karena pada saat konseling, pihaknya tidak pernah menanyakan profesi pasien.

"Syukur-syukur mereka mau memeriksakan diri ke VCT ini," ucapnya.

Saat ini, katanya, di RS Sanjiwani ada 10 orang penderita yang sedang menjalani terapi ARV. Mereka masih dalam stadium HIV dan belum ke AIDS.

Dengan pemberian terapi ARV, katanya, mereka masih bisa bertahan hidup lebih lama. Bahkan ada pasiennya yang bertahan hingga 20 tahun.

"Kebanyakan penderita pada awal menggunakan terapi ARV ini mengalami alergi, tapi lama-lama tidak ada masalah. Alergi yang dimaksud, umumnya bersumber di sekitar perut, seperti rasa mual dan muntah-muntah," ujarnya.

Sementara Ketua KPA Gianyar Dewa Made Oka mengatakan bahwa penyakit ini sudah seperti fenomena gunung es yang siap meletus.

Sejak virus mematikan itu ditemukan di Gianyar, katanya, jumlah penderita memang terus meningkat tajam. Pada 2006 ditemukan 24 orang yang positif terinfeksi HIV/AIDS dan tujuh orang dilaporkan meninggal dunia.

"Pada 2007 ada 11 orang yang meninggal dari 58 penderita, tahun 2008 tercatat 15 orang meninggal dunia dari 81 penderita. Tahun 2009, dari 129 kasus, 18 orang meninggal. Sedang 2010, dari 181 kasus, 23 orangnya meninggal dunia," katanya. (laporan budi/ant)

 

Arsip Berita