Rabu, 23 Mei 2012
Pemkab Kerinci Pada 2012 Programkan 100 Transmigrasi Baru
Sabtu, 07 Mei 2011 02:48
AddThis Social Bookmark Button

Jambi, 7/5 (SIGAP) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kerinci menyatakan telah memprogramkan kembali menerima 100 transmigrasi pada program tahun 2012 mendatang.

"Kita akan kembali membuka diri untuk program transmigrasi pada 2012 dengan kapasitas 100 transmigrasi baru," kata bupati H Murasman, di Kerinci, Kamis (6/5).

Hal tersebut disampaikannya saat mendampingi Gubernur Jambi Hasan Basri Agus dan unsur muspida yang akab meletakkan batu pertama pembangunan sekolah di desa transmigrasi Sungai Beremas kecamatan Siulak.

Keputusan tersebut diambil, menurut bupati, karena melihat program serupa yang telah dijalankan semenjak dua tahun lalu (2009) dinilai sangat berhasil membantu meningkat perekonomian masyarakat para peserta program transmigrasi tersebut.

Umumnya, pada program transmigrasi di Kerinci masyarakat peserta dikhususkan pada pengembangan pertanian rakyat, agrikultur dan hortikultura, diantaranya tanaman kentang, kol, jagung, cabai, tomat, dan bawang.

Program transmigrasi di Kerinci adalah transmigrasi lokal yang diperuntukkan bagi masyarakat lokal Kerinci dan sebagai perimbangannya juga membuka kuota untuk peminat dari luar daerah dengan perbandingan kuotanya adalah 85:15 persen, yaitu 85 persen dari masyarakat lokal dan 15 dari luar daerah seperti dari pulau Jawa.

Dalam kunjungan tersebut Gubernur HBA meletakkan batu pertama bagi pembangunan satu unit sekolah, satu unit masjid, satu unit pustu, dan satu unit rumah petugas.

"Pasalnya, kami semenjak di desa trans ini tidak memiliki sekolah, anak kami bersekolah menggunakan gedung balai desa. Sementara guru atau tenaga pengajarnya adalah para 4 guru berstatus honor yang sebagian besarnya adalah para sarjana dari desa-desa tetangga, karena itulah kami sangat memerlukan bangunan sekolah dan guru," kata Kepala Desa Samsul Rasmi.

Lebih Jauh Kades menyampaikan desa transmigrasi Sungai Beremas hanya berpenduduk 380 jiwa dari 100 KK yang disuplai pada program transmigrasi tahap pertama 2009 lalu. (laporan sofyan/ant)


 

Arsip Berita