Rabu, 23 Mei 2012
Banyak Lahan Tidur, Warga Sekoyang Minta Desanya Dijadikan Permukiman Transmigrasi
Jumat, 06 Mei 2011 03:30
AddThis Social Bookmark Button

Kotabaru, 6/5 (SIGAP) - Masyarakat Desa Sekoyang, Pulau Laut Tengah, Kotabaru, Kalimantan Selatan, meminta kepada pemerintah agar desanya dijadikan lokasi transmigrasi, karena di daerah setempat banyak lahan tidur.

"Saya salut kepada masyarakat Sekoyang yang menginginkan kedatangan warga transmigran untuk membuka lahan tidur di daerahnya," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Abdul Muin, di Kotabaru, Jum'at (6/5).

Dirinya mengatakan, rencana pembukaan permukiman transmigrasi di Sekoyang sebenarnya tidak masuk dalam daftar isian kegiatan di Pemkab Kotabaru, namun masuk dalam kegiatan Pemprov Kalsel.

"Namun keinginan masyarakat Sekoyang itu langsung direspon Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Selatan, karena sejauh ini belum ada daerah yang mengajukan," kata Muin.

Rencananya proyek pembukaan transmigrasi itu, lanjut Muin akan direalisasikan sekitar 2013, kini pemerintah daerah perlu melakukan pendataan lahan dan yang lainnya.

Pada tahap awal, pembukaan lokasi transmigrasi Sekoang diperuntukkan bagi 100 kelapa keluarga.

Sekitar 50 kepala keluarga dari luar daerah, seperti jawa Timur, dan Jawa Tengah, dan 50 kepala keluarga berasal dari warga lokal.

Sementara itu, pada 2012 Kotabaru juga berencana membuka permukiman transmigrasi di desa Seayu, Pamukan Barat, sebanyak 125 kepala keluarga.

"Rencananya, program transmigrasi Seayu dua tersebut merupakan lanjutan dari transmigrasi Seayu yang kini sudah terpenuhi 225 kepala keluarga," kata Muin.

Seperti pada program transmigrasi sebelumnya, trans Seayu dua nanti akan mendatangkan 50 persen warga dari Pulau Jawa/luar daerh dan 50 persen warga lokal.

Sedikitnya empat kabupaten dan tiga provinsi sudah mendaftar dan meminta Pemkab Kotabaru dapat menerima warga transmigran asal Daerah Istimewa Yogjakarta (DIY), Situbondo, Madiun, Jawa Timur, Lampung, Sumatera Selatan.

Dibandingkan dengan Kabupaten Tanah Laut, dan Marabahan, pemerintah daerah tersebut lebih yakin dan senang di Kotabaru karena terbebsa dari banjir, ujar Muin.

Dirinya mengaku, transmigran asal daerah tersebut yang kini telah menjadi transmigran di Seayu cukup rajin bercocok tanam dan menggarap lahan pertanian yang disediaan pemerintah.

Bahkan mereka juga bisa menjadi contoh bagi petani lokal dan petani asal daerah yang lainnya, terutama tentang bertanam dan budidaya tanaman pangan dan palawija. (laporan panji al husen/ant)

 

Arsip Berita