Rabu, 23 Mei 2012
BMKG Bengkulu: Warga Waspadai Ancaman Badai dan Angin Kencang
Jumat, 06 Mei 2011 03:09
AddThis Social Bookmark Button

Bengkulu, 6/5 (SIGAP) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bengkulu mengimbau warga Bengkulu khususnya wilayah Kota Bengkulu, agar mewaspadai ancaman badai dan angin kencang dari arah barat selama 24 jam ke depan.

Badai dan angin kencang itu akibat adanya pusat tekanan rendah di Samudra Hindia Barat Bengkulu diperkirakan hingga besok, Sabtu (7/5), kata Kepala BMKG stasiun Meteorologi Fatmawati Soekarno Bengkulu Suparwi, Jum'at (6/5).

Dirinya mengatakan, badan dan angin kencang melanda Kota Bengkulu secara mendadak sejak dinihari tadi, mengakibat puluhan pohon tumbang termasuk beberapa baliho, namun hingga saat ini belum ada laporan adanya korban jiwa.

Untuk mengantisipasi kecelakan terjadi, maka seluruh warga waspada untuk tidak berlindung dibawah pohon, demikian juga para nelayan diharapkan untuk tidak melaut karena gelombang di perairan Bengkulu tingginya diperkirakan di atas 3 meter.

Ancaman badai dan angin kencang itu sudah terlihat sejak beberapa hari terakhir karena gelombang laut mulai tinggi dari biasanya normal rata-rata di bawah dua meter.

Angin kencang secara dadakan dinihari tadi dengan kecepatan sekitar 30 knot atau rata-rata dengan kecepatan 54 kilomter per jam, diiringi hujan lebat dan guntur.

Padahal sebelumnya terjadi gempa kecil berkekuatan 4,4 skala Richter, padahal, Kamis (6/5) dinihari juga terjadi gempa berkekuatan 5,7 SR, namun tidak berpungsi tsunami, ujarnya.

Para nelayan di kawasan pelabuhan Pulau Baai Bengkulu mengeluh seluruh alat tangkap ikan (Bele) mereka hancur digulung gelombang padahal lokasinya di dalam kolam perlabuhan.

"Kami pagi ini sebagian besar tidak bisa mendapatkan ikan dan udang karena bele hancur dubawa gelombang, tidak hanya itu jaring dan perahu juga dibawa arus ke pantai," kata seorang nelayan tradisonal T Sinaga.

Sementara itu, seorang warga perumahan Puri Lestari Marzan mengatakan, akibat angin kencang itu atap rumah warga diperumahan itu melayang dan beberapa pohon pelindung tumbang, namun tidak ada korban jiwa.

Warga sebelum badai itu tiba sempat merasakan guncagang gempa dan semua keluar rumah berjaga-jaga ada gempa susulan karena sebelumnya juga sudah ada getaran gempa 5,7 SR.

Setelah warga mulai tidur tiba-tiba angin kencang disertai hujan lebat dan guntur hingga pagi harinya, bagi masyarakat menggunakan listrik untuk menyedot air terpkasa tidak mandi karena listrik mati, katanya. (laporan panji al husen/ant)

 

Arsip Berita