Rabu, 23 Mei 2012
BPS: Tingkat Pengangguran Sulut Jauh Di Atas Nasional
Kamis, 05 Mei 2011 12:54
AddThis Social Bookmark Button

Manado, 5/5 (SIGAP) - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, Dantes Simbolon, di Manado, Kamis (5/5) mengatakan, tingkat pengangguran Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pada posisi Februari 2011 tercatat 9,19%, angka tersebut jauh di atas rata-rata pengangguran nasional yang hanya 6,8%.

"Prosentase angka pengangguran Sulut tinggi, karena sebanyak 98.232 orang yang masih tergolong produktif ternyata tidak bekerja dari total angkatan kerja 1.068.417 orang," katanya.

Dantes mengatakan, penganggur tertinggi yakni para lulusan universitas tercatat 18,43%, disusul lulusan sekolah menengah atas 18,10%, diploma I/II/III mencapai 12,61% dan sekolah menengah kejuruan 9,82%.

Sementara lulusan sekolah menengah pertama yang menganggur 8,52%, dan mereka yang hanya berpendidikan sekolah dasar justru hanya 3,05% yang menganggur.

Kendati angka pengangguran Sulut masih tinggi dibandingkan data nasional, kata Dantes tetapi dari tren pergerakan dalam dua tahun terakhir ini, Sulut menunjukkan perbaikan yang lebih signifikan ketimbang nasional.

"Angka pengangguran Sulut pada Februari 2010 masih sebesar 10,48 persen, tetapi tahun ini melorot 9,91 persen atau turun 1,29 persen, sementara pengangguran nasional dari 7,41 persen menjadi hanya 6,8 persen atau hanya berkurang 0,61 persen," kata Dantes.

Bila pemerintah provinsi dan kabupaten/kota mampu mempertahankan kecepatan penurunan angka pengangguran, maka dalam waktu tidak terlalu lama tingkat pengangguran Sulut akan mampu berada ke posisi lebih rendah ketimbang angka nasional.

Perkembangan angka pengangguran Sulut pada kurun waktu dua tahun terakhir, Februari 2009 masih tecatat 114.528 orang, kemudian turun menjadi 112.608 orang pada Februari 2010 dan terus ke angka lebih baik pada Februari 2011 yakni tinggal 98.232 orang.

Angka pengangguran tersebut bila dihitung dengan jumlah angkatan kerja yang ada, maka prosentase atau tingkat pengangguran yakni tahun 2009 sebesar 10,56%, tahun 2010 turun menjadi 10,48 persen dan tahun ini 9,19%. (laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita