Rabu, 23 Mei 2012
BPS: Pengangguran Di Jateng Capai 1.042.496 Orang
Kamis, 05 Mei 2011 12:41
AddThis Social Bookmark Button

Semarang, 5/5 (SIGAP) - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah mencatat 1.042.496 orang menganggur atau 6,07 persen dari 17.184.932 orang yang tergolong dalam angkatan kerja pada bulan Februari 2011.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng, Lukito Praptoprijoko, di Semarang, Kamis (5/5) mengatakan, sementara 16.142.436 orang (93,93 persen) telah terserap bekerja.

Penduduk yang tergolong angkatan kerja adalah orang yang bekerja maupun tidak bekerja; sedang mencari pekerjaan; mempersiapkan usaha; merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan; dan sudah diterima kerja, tetapi belum mulai bekerja.

Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Jateng pada Februari 2011 sebesar 6,07 persen tersebut, lanjut Lukito, mengalami penurunan jika dibanding TPT bulan Agustus 2010 yakni 0,14 persen dan terhadap TPT Februari 2010 terjadi penurunan sebesar 0,79 persen.

TPT tertinggi menurut tingkat pendidikan, yakni angkatan kerja lulusan SMA umum (13,43 persen) dan terendah adalah SMA kejuruan (10,67 persen).

Untuk sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja, jelas Lukito, adalah sektor pertanian sebanyak 5,8 juta orang atau 36,05 persen, kemudian sektor perdagangan yang menyerap 3,3 juta orang (20,92 persen), dan sektor industri yang menampung 2,9 juta orang (18,22 persen) dari orang yang bekerja.

"Status buruh atau karyawan pada bulan Februari 2011, merupakan bagian terbesar persentasenya yakni sekitar 25,96 persen," katanya.

Peringkat kedua, tenaga kerja yang dibantu buruh tidak tetap (20,67 persen), dilanjutkan dengan berusaha sendiri (19,33 persen), dan pekerja keluarga atau tidak dibayar (16,8 persen).

"Dilihat dari jumlah penduduk yang bekerja menurut pendidikan, pada Februari 2011, pekerja pada jenjang pendidikan sekolah dasar (SD) ke bawah masih mendominasi pasar kerja, yakni sebanyak 9,27 juta orang (57,40 persen)," katanya.

Sementara jumlah pekerja dengan pendidikan tinggi masih relatif kecil, yakni sekitar 0,97 juta orang (6,01 persen).

Data BPS Jateng tersebut merupakan hasil dari survei angkatan kerja nasional (Sakernas) bulan Februari 2011 (triwulan I). Sakernas dilaksanakan empat kali dalam setahun, yakni Februari, Mei, Agustus, dan November.

Pada Sakernas bulan Februari, Mei, dan November level estimasi hanya sampai tingkat provinsi, sedangkan Sakernas Agustus, estimasinya hingga tingkat kabupaten/kota.(laporan budi/ant)

 

Arsip Berita