Rabu, 23 Mei 2012
1.458 Hektare Padi Bojonegoro Terendam Banjir Luapan Bengawan Solo
Rabu, 04 Mei 2011 03:44
AddThis Social Bookmark Button

Bojonegoro,4/5 (SIGAP) - Seluas 1.458 hektare tanaman padi di sejumlah desa di empat kecamatan di Kabupaten Bojonegoro, Jatim, sejak dua hari lalu terendam banjir luapan Bengawan Solo hingga diduga kuat akan mengalami gagal panen.

Kepala Dinas Pertanian Bojonegoro Subekti, Rabu (4/5) mengatakan, tanaman padi yang terendam air banjir luapan Bengawan Solo seluas 1.485 hektare tersebut, usianya bervariasi ada yang baru 10 hari, ada juga yang sudah hampir panen dengan usia 80 hari.

Tanaman padi terparah dilanda banjir yakni di Kecamatan Balen seluas 744 hektare usia 10-85 hari. Di Kecamatan Kanor 264 hektare usia 60-70 hari, Dander 300 hektare usia 50-60 hari, dan Kalitidu 150 hektare usia 35-40 hari.

"Kalau terendam air banjir tiga hari jelas rusak, terutama yang sudah berbuah bisa gagal panen, kecuali dilakukan panen dini," katanya menjelaskan.

Subekti menyatakan, masih belum menghitung besarnya kerugian semua tanaman padi yang terendam air banjir. Namun, diperhitungkan dengan hasil lima ton gabah kering panen, kerugian mencapai sekitar Rp12 juta/hektare.

Selain itu, juga masih menunggu laporan kecamatan lainnya yang juga tanaman padinya terendam air banjir. Selain tanaman padi, kata Subekti, luapan air Bengawan Solo juga merendam tanaman jagung seluas 85 hektare, juga puluhan hektare tanaman terong. "Kalau banjir surut kami baru menghitung besarnya kerugian," ujarnya.

Seorang petani di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Sunoko menjelaskan, tanaman padinya yang terendam air banjir seluas 1,5 hektare dengan usia berkisar 30 hari, hampir dipastikan semuanya mati membusuk. Diperkirakan, biaya produksi untuk menanam padi tersebut sudah menghabiskan Rp6,5 juta lebih, mulai dari menggarap tanah, pembenihan, hingga pemupukan dan biaya lainnya.

"Saya baru rampung memupuk terakhir," jelasnya.

Sementera itu, genangan air banjir Bengawan Solo di Bojonegoro, yang semula sempat mencapai ketinggian 14,90 meter (siaga II) sehari yang lalu, berangsur-angsur surut menjadi 14,25 meter (siaga II) pukul 06.00 WIB. "Air kami perkirakan terus turun, sebab air di daerah hulu sudah d ibawah siaga banjir," kata Yono, petugas Posko Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sumber Daya Air Bengawan Solo di Bojonegoro.

Disebutkan, ketinggian air di daerah hulu Karangnongko, Kecamatan Ngraho, sekitar 70 kilometer dari Kota Bojonegoro, di bawah siaga banjir dengan ketinggian air 24,90 meter yang semua sempat mencapai kisaran 28,90 meter. (laporan budi/ant)

 

Arsip Berita