Rabu, 23 Mei 2012
Distan: Stok Beras Di Lebak Aman Hingga November
Selasa, 03 Mei 2011 04:15
AddThis Social Bookmark Button

Lebak, 3/5 (SIGAP) - Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Sopiyan di Rangkasbitung, Senin (2/5) mengatakan, stok beras di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, saat ini aman, dan mencukupi hingga November 2011, karena produksi pangan mengalami surplus.

"Saat ini stok beras mencapai 128.334 ton, dan panen padi masih berlangsung," katanya.

Dirinya mengatakan, produksi pangan 2011 ditargetkan 496.000 ton gabah kering giling (GKG).

Diperkirakan produksi pangan tahun ini surplus sekitar 15 persen, karena panen raya Januari-Februari sudah mencapai 93.000 ton GKG.

Selain itu musim panenan padi dipastikan berlangsung hingga Desember mendatang.

"Saya kira stok beras di Lebak tidak ada masalah dan melimpah hingga enam bulan ke depan," katanya.

Dirinya juga mengatakan, selama ini produksi beras pada 2010 mencapai 163.350.422 kilogram atau 163.350.42 ton dengan jumlah penduduk 1,2 juta jiwa.

Karena itu, kata Sopiyan, hingga kini tidak ditemukan warga Lebak terjadi kerawanan pangan.

Selama tiga tahun terakhir produksi pangan terus meningkat dan merupakan sentra lumbung beras di wilayah Provinsi Banten.

Peningkatan produktivitas tersebut karena keseriusan pemerintah mengalokasikan bantuan program ketahanan pangan cukup besar melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) maupun Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2011.

Bantuan bidang pertanian tersebut di antaranya rehabilitasi bendung dan jaringan irigasi desa, pengembangan jalan usaha tani, kredit peduli lebak (KPL), optimalisasi lahan atau pencetakan sawah baru dan bantuan pompanisasi.

Selain itu, rehabilitasi jaringan irigasi tingkat usaha tani (Jitut) dan jaringan irigasi pedesaan (Jides).

Penyelenggaraan Sekolah Lapang Pengelolaan Terpadu (SLPT) bagi petani untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dan mengembangkan sistem penerapan penanaman jejar legowo serta peningkatan mutu intensifikasi (PMI).

Pemerintah juga menggulirkan program Pengembangan Usaha Agrobisnis Pedesaan (PUAP) untuk gabungan kelompok tani (gapoktan).

"Dengan besarnya dana pertanian itu tentu bisa mendongkrak produksi pangan di Kabupaten Lebak," katanya.

Dirinya menjelaskan, target produksi gabah sebanyak 496.000 ton GKG pada 2011 diperkirakan tercapai dengan dukungan kebijakan pemerintah tersebut.

Produksi gabah sebesar itu bisa terealisasi, bahkan surplus sekitar 50 persen karena produksi gabah hasil panen Januari-Februari sudah mencapai 93.000 ton GKG.

Saya menjamin produksi gabah 2011 surplus karena pada 2009 dari target 472.448 ton tercapai 47.760 ton atau lebih tinggi sekitar 61.471 ton," katanya. (laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita