Rabu, 23 Mei 2012
Banjir Bandang Menyebabkan Empat Jembatan Gantung Di Batu Benawa Ambruk
Selasa, 03 Mei 2011 02:36
AddThis Social Bookmark Button

Barabai, Kalsel, 3/5 (SIGAP) - Banjir bandang yang terjadi Senin (3/5) siang yang terjadi di Desa Aluan Mati, Kecamatan Batu Benawa, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan menyebabkan empat buah jembatan gantung tersebut ambruk.

Muhammad Ilmi Muhran, seorang pemuka masyarakat Aluan Mati (173 Km utara Banjarmasin) mengatakan, akibat ambruknya empat jembatan gantung tersebut membuat warga setempat sulit beraktivitas, terutama yang di seberang sungai Kali Benawa

Dirinya mengatakan, banjir bandang atau yang disebut warga setempat dengan "baah tampuh" (bah secara mendadak) karena guyuran semalam suntuk hingga senin pagi.

Luapan air Kali Benawa mencapai 80 Cm lebih di atas permukaan jalan, sehingga juga merendam rumah-rumah penduduk terutama yang berada di bantaran sungai terutama yang bukan berbentuk rumah panggung.

Namun tidak ada korban jiwa, kecuali banyak tanaman yang rusak terutama kebun palawija yang rusak karena terendam dan terjangan banjir bandeng tersebut, lanjutnya tanpa menyebut data.

"Jika hujan itu hanya di wilayah hilir Kali Benawa, tak akan terjadi banjir. Tapi oleh karena hujan juga terjadi di daerah hulu atau kawasan Pegunungan Meratus, sehingga terjadi baah tampuh," katanya.

Muhran mengungkapkan, dalam sepuluh tahun terakhir tak pernah terjadi banjir bandang, baru kali ini kembali terjadi, melanda sejumlah desa yang berada di daerah aliran sungai (DAS) Kali Benawa.

"Bahkan banjir bandang kali ini lebih ganas dari banjir serupa sebelumnya, dan untuk tidak sampai merenggut nyawa manusia, karena terjadi pada siang hari. Cuba bayangkan kalau terjadi malam hari atau selagi warga sedang nyenyak tidur," tuturnya.

Muhran menambahkan, akibat bencana tersebut, masyarakat Aluan Mati khususnya mengharapkan pemerintah kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) segera turun tangan, terutama untuk perbaikan atau pembangunan kembali jembatan gantung yang ambruk itu.

Dari empat jembatan gantung yang ambruk tersebut cuma satu yang bisa diperbaiki masyarakat setempat secara darurat, sedangkan yang tiga buahnya lagi warga tak mampu memperbaiki.

Padahal jembatan gantung yang ambruk tersebut merupakan prasarana perhubungan yang cukup vital bagi masyarakat Aluan Mati dan sekitarnya, seperti Desa Aluan Sumur, serta Desa Aluan Mati Seberang. (laporan budi/ant)

 

Arsip Berita