Rabu, 23 Mei 2012
BPBD: Permukaan Danau Kerinci Naik 1 Meter
Selasa, 03 Mei 2011 02:35
AddThis Social Bookmark Button

 

Jambi, 3/5 (SIGAP) - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kerinci Basyarin, di Kerinci, Senin (2/5) mengatakan, dari pengamatan yang dilakukan serta laporan warga masyarakat yang tinggal di sekitar Danau Kerinci, diketahui permukaan air danau ini selama satu dasawarsa terakhir naik sekitar satu meter hingga 1,5 meter.

Menurut Basyarin, kenaikan permukaan air danau itu bahkan sampai menenggelamkan sebuah delta di Desa Jujun dan lapangan sepak bola warga di beberapa desa terdekat dengan bibir danau, seperti di Desa Koto Petai yang di bagian tepi danau mengalami abrasi hingga 50 meter.

"Kenaikan permukaan air danau itu sangat mengkhawatirkan untuk jangka panjang, karena salah satu penyebab sering terjadinya banjir di sejumlah desa di sekitar Danau Kerinci karena permukaan air yang naik itu," katanya.

Oleh karena itu, kata Basyarin, pihaknya telah melaporkan kondisi itu ke Badan Nasioanl Penanggulangan Bencana (BNPB) agar menjadi perhatian semua pihak.

"Kami juga sudah mengusulkan agar BNPB dan LIPI melakukan riset terpadu dan survei mengenai penyebab kondisi danau tersebut, apakah telah terjadi pendangkalan dasar danau atau ada penyebab lain," katanya.

Menurut Basyarin, kalau memang telah terjadi pendangkalan dasar danau, maka semestinya dilakukan pengerukan. "Atau kalau memang dinilai harus dilakukan pelebaran 'mulut' Sungai Batang Merangin yang menjadi alur pembuangan air danau, maka kami pun akan melakukannya," katanya.

Dirinya mengatakan sampai sekarang kondisi permukaan air danau tektonik tersebut memang terlihat seperti biasanya, tenang dan jernih, penuh dengan ikan semah.

Namun, kata Basyarin, bagi warga beberapa desa di sekitar danau sangat merasakan telah terjadi kenaikan permukaan air danau itu.

Seperti di Desa Koto Petai sebuah lapangan sepak bola telah hilang, kemudian beberapa rumah warga yang berada paling dekat dengan danau itu sering dilanda air danau. "Sebagian areal persawahan pun mulai menghilang, karena telah tenggelam," katanya. (laporan roesman/ant)

 

 

Arsip Berita