Rabu, 23 Mei 2012
Korban Banjir Benenain Kesulitan Bahan Makanan Di Pengungsian
Senin, 02 Mei 2011 06:15
AddThis Social Bookmark Button

Kupang, 2/5 (SIGAP) - Korban banjir Benenain di Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai kesulitan mendapat bahan makanan di pengungsian setelah dievakuasi ke Kecamatan Weliman, sekitar 20-an Km dari lokasi banjir.

"Sejak kami dievakuasi pada 25 April lalu, kami baru mendapat enam karung beras dengan sistem pembagian 2,5 Kg/kepala keluarga. Sekarang beras sudah tidak ada lagi," kata koordinator korban banjir dari Desa Lasaen, Kecamatan Malaka Barat Yohanes Seran ketika dihubungi dari Kupang, Senin (2/5).

Menurutnya, warga Desa Naas dan Motaulun yang ikut dievakuasi ke Weliman, kini sudah kembali ke kampung halamannya masing-masing, karena sudah ditahan tinggal di lokasi pengungsian tersebut.

"Pihak kecamatan setempat juga masa bodoh dengan keberadaan kami, sehingga tidak memiliki peduli sedikit pun membantu kami dalam kesulitan tersebut," ujarnya.

Menurut Seran, para pengungsi yang direlokasikan ke SDK Knilaran di Kecamatan Weliman, tidak hanya kesulitan bahan makanan, tetapi juga fasilitas air bersih serta penerangan di malam hari.

"Kami yang berada di lokasi SDK tersebut memang mendapat sebuah unit genset, tetapi tidak ada bahan bakar untuk menghidupkan dan ketiadaan kabel dan bola lampu untuk mendistribusikan jaringan ke ruang sekolah itu," katanya.

Dirinya menambahkan, pihaknya sudah berulang kali menyampaikan keluhan tersebut ke Camat Malaka Barat, namun belum juga memberi jawaban sampai saat ini.

"Kalau camat juga bersikap apatis seperti itu, kepada siapa lagi kami harus mengadu? Kami berada dalam sebuah situasi yang sangat dilematis, apalagi anak-anak kami sudah terserang berbagai penyakit," kata Seran.

Menurut Seran, sekitar 38 kepala keluarga asal Desa Lasaen yang dievakuasi ke SDK Knilaran, memiliki hasrat yang kuat untuk kembali ke kampung halamannya, namun posisi desa tersebut berada dalam lintasan banjir sehingga menyulitkan mereka untuk kembali.

"Jika posisi kampung halaman kami tidak berada di tengah kepungan banjir, kami akan kembali ke kampung halaman untuk mencari makan di sana," katanya menegaskan. (laporan sofyan/ant)

 

Arsip Berita