Rabu, 23 Mei 2012
Pemkot Pontianak Terus Pantau Serangan Hama Ulat Bulu
Senin, 02 Mei 2011 05:23
AddThis Social Bookmark Button

Pontianak, 2/5 (SIGAP) - Camat Pontianak Selatan Junaidi, Senin (2/5) mengatakan, pemerintahan Kota Pontianak terus memantau perkembangan serangan hama ulat bulu di Gang Dinasti RW 08 RT 02 Kelurahan Benua Melayu Darat, Kecamatan Pontianak Selatan. Hal ini menurutnya agar tidak menyebar luas dan membuat masyarakat resah.

"Meskipun, Minggu (1/5) kemarin telah kami lakukan penyemprotan ulang dan pengasapan di lokasi ditemukannya hama ulat bulu tetapi akan terus kami pantau agar tidak menyebar ke lokasi yang lebih luas lagi," katanya.

Dirinya menjelaskan, upaya tersebut merupakan tindaklanjut dari pembasmian hama ulat bulu yang menyerang pemukiman warga di Gang Dinasti.

Hama Ulat bulu yang belum diketahui jenis dan asalnya itu sejak sepekan lalu muncul di semak belukar sehingga membuat warga Gang Dinasti resah.

"Kemarin pada saat dilakukan pengasapan kondisi di lapangan basah sehingga upaya pembasmian secara gotong-royong belum maksimal," ujarnya.

Sebelumnya, Wali Kota Pontianak Sutarmidji menyatakan, serangan hama ulat bulu di Gang Dinasti RW 08 RT 02 Kelurahan Benua Melayu Darat, Kecamatan Pontianak Selatan belum berbahaya sehingga masyarakat tidak perlu panik.

"Hama ulat bulu muncul karena mata rantai pemangsanya hilang, seperti serangga dan burung sehingga hama itu dengan mudah berkembang biak dengan cepat," katanya.

Dirinya mengimbau, warga sekitar secara serempak membasmi hama ulat bulu itu dengan cara dibakar karena dengan disemprot menggunakan pestisida ternyata tidak mempan.

Meski pun serangan hama ulat bulu itu belum masuk kategori berbahaya Pemkot Pontianak melalui Dinas Kehewanan dan Pertanian setempat telah turun ke lapangan guna membasmi hama itu salah satunya melakukan penyemprotan menggunakan pestisida.

Wali Kota Pontianak mengimbau, agar masyarakat tidak memutus mata rantai pemakan ulat bulu itu seperti serangga dan burung agar keseimbangan alam tidak terganggu. (laporan budi/ant)

 

Arsip Berita