Rabu, 23 Mei 2012
80 KK Miskin Di Mukomuko Belum Menerima Ga Elpiji
Minggu, 01 Mei 2011 01:08
AddThis Social Bookmark Button

Mukomuko, Bengkulu, 30/4 (SIGAP) - Sedikitnya 80 kepala keluarga miskin di Desa Pasar Ipuh, Kecamatan Ipuh, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, belum menerima bantuan kompor dan gas elpiji tiga kilogram dari pemerintah.

"Puluhan kepala keluarga itu masuk daftar penerima bantuan kompor dan gas elpiji tiga kilogram susulan dari Desa Pasar Ipuh," kata Kepala Desa Pasar Ipuh Mardiansah di Mukomuko, Sabtu (30/4).

Dirinya mengatakan, realisasi program konversi minyak tanah ke gas di desa tersebut sudah mecapai 50 persen, atau sebanyak 91 kepala keluarga sudah menggunakan kompor gas.

"Masih tersisa sekitar 80 kepala keluarga di desa kami ini yang sangat membutuhkan bantuan kompor gas dari pemerintah," ungkapnya.

Menurutnya, sejak bantuan kompor dan tabung gas di salurkan ke desa itu, minyak tanah mahal dan langka, sehingga menyulitkan warga yang selama ini menggunakan kompor minyak tanah sebagai tempat memasak.

"Meski minyak tanah dijual oleh pengecer tetapi harganya mencapai Rp10 ribu hingga Rp12 ribu perliter," ungkapnya.

Karena sejumlah warga masih ada yang belum mendapatkan bantuan kompor dan gas dari pemerintah, sehingga tidak ada alternatif lain, selain membeli minyak tanah sesuai dengan harga yang dijual oleh pengecer.

Dirinya menerangkan, ketergantungan warga dengan minyak tanah sangat besar sekali, setelah subsidi dicabut, sebagian warga ada yang beralih menggunakan kayu bakar, untuk keperluan memasak di dapur.

Disamping itu, sekitar 91 kepala keluarga di desa itu yang menerima bantuan kompor dan gas elpiji merasa keberatan dengan harga isi ulang gas mencapai Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per tabung.

"Pangkalan disini tidak menjual langsung isi ulang gas tetapi diserahkan kepada pengecer, sehingga harganya sangat tinggi," urai Kepala Desa.

Dirinya berharap, pemerintah segera menentukan harga eceran tertinggi isi ulang gas elpiji agar harga tidak dikuasai oleh pasar.

"Karena sudah mulai terbiasa menggunakan gas, terpaksa dengan harga yang dijual oleh pengecer tetap dibeli oleh warga," katanya. (laporan panji al husen/ant)

 

Arsip Berita