Rabu, 23 Mei 2012
Aceh dan Thailand Akan Gelar Workshop Manajemen Bencana
Sabtu, 30 April 2011 02:10
AddThis Social Bookmark Button

Banda Aceh, 30/4 (SIGAP) - Universitas Prince of Songkla Thailand bekerja sama dengan Universitas Syiah Kuala Darussalam, dan Rumah Sakit Umum Daerah dokter Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, akan menggelar workshop tentang manajemen kebencanaan.

"Ada beberapa harapan bagi peningkatan mutu petugas kesehatan Aceh dari pelaksanaan workshop selama tiga hari, terhitung 2 Mei 2011 dan dijadwalkan di RSUDZA Banda Aceh," kata Wakil Direktur Bidang Pelayanan RSUDZA Mohammad Andalas di Banda Aceh, Jumat (29/4).

Workshop dengan tema "Alertness of Health Care Provider in Response to Disaster" yang di sponsori The Institute of Research and Development for Health of Southern Thailand, Prince of Songkla Univesity, Thailand itu akan dihadiri sekitar 50 peserta dari tujuh rumah sakit di Provinsi Aceh.

Tujuh rumah sakit di Aceh itu yakni RSUDZA, Rumah Sakit Ibu dan Anak Provinsi Aceh, Rumah Sakit Umum Meuraxa Banda Aceh, Rumah Sakit Umum Sigli, Rumah Sakit Umum Cut Meutia Lhokseumawe, Rumah Sakit Umum Calang, dan Rumah Sakit Umum Meulaboh.

Sementara para pembicara dalam seminar itu yakni para pakar disaster managemen dari Songla university dan tim disaster dari Propinsi Phuket Thailand sebanyak 10 orang serta pembicara dari Indonesia, termasuk dari RSUZA dalam menghadapi/pengalaman bencana di Aceh.

Andalas, menyebutkan tujuan workshop itu juga ingin meningkatkan pengetahuan dan keterampilan penyedia pelayanan kesehatan terhadap kesiapsiagaan manajemen bencana di rumah sakit maupun di masyarakat.

Selanjutnya, meningkatkan kesadaran dan kesiapan penyedia pelayanan kesehatan dalam menanggapi bencana di rumah sakit maupun di masyarakat serta mempersiapkan penyedia pelayanan kesehatan untuk tindak lanjut melakukan simulasi "Disaster Drill "di RS, jelas dia.

"Meski berbagai pelatihan telah dilakukan akan tetapi dengan banyak latihan tentunya akan membuat kita menjadi tepat, cepat tanggap dalam memberi respon menghadapi bencana. Seluruh dana untuk kegiatan ini dari pemerintah Thailand," kata Andalas.

Sementara itu, Cut Husna, staf penghubung pihak Universitas Prince of Songkla Thailand, mengatakan alasan keterlibatan universitas di Thailand dalam workshop tersebut karena keprihatinan mereka banyaknya paramedis dan tenaga medis Aceh menjadi korban tsunami 26 Desember 2004.

"Universitas di Thailand itu telah membantu peningkatan kapasitas sumber daya manusia bidang keperawatan di Prodi Keperawatan Kedokteran Unsyiah sejak awal pembukaan prodi tersebut," kata Husna yang juga alumnus Universitas Songla.(laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita