Rabu, 23 Mei 2012
Pulau Sebuku Tuntut Pembangunan Jalan Alternatif
Selasa, 15 Juni 2010 02:36
AddThis Social Bookmark Button

 

Jakarta, 15/6 (Sigap) - Masyarakat Pulau Sebuku, di Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan, menuntut pembangunan jalan alternatif terhadap perusahaan tambang bijih besi PT Sebuku Iron Lateritic Ores.

 

"Agar tidak selalu tergantung dengan transportasi laut, masyarakat meminta perusahaan agar membangun jalan alternatif," kata Camat Pulau Sebuku, Maulidiansyah, MSi, di Kotabaru, Senin.

Menurut dia, kondisi alur Sungai Bali yang kini menjadi jalur transportasi laut bagi masyarakat di Pulau Sebuku dimungkinkan suatu saat akan terjadi pendangkalan akibat lumpur. Sementara masyarakat tidak mungkin melakukan pengerukan sungai, karena perlu biaya yang cukup besar.

Dengan demikian, PT Silo yang melakukan aktivitas tambang bijih besi di wilayah itu diharapkan bersedia membantu membangun jalan yang panjangnya sekitar dua km dari perkampungan padat penduduk di Desa Rampa.

Selain menjadi jalan alternatif, pembangunan jalan itu juga bertujuan untuk membuka perluasan wilayah di Desa Sungai Bali dan Rampa agar tidak terfokus pada satu titik semata.

Sementara itu, beberapa hari terakhir PT Silo telah melakukan pengerukan muara Sungai Bali dengan mengoperasikan dua unit kapal keruk, dengan dana ratusan juta rupiah.

Pengerukan muara sungai tersebut terkait dengan jebolnya tanggul pengelolaan limbah bijih besi PT Silo pada Januari 2010.

Hujan deras hingga beberapa jam di Pulau Sebuku dan sekitarnya menyebabkan empat tanggul pengelolaan limbah bijih besi milik PT Silo jebol.

Maulid menambahkan, akhir-akhir ini pengusaha dan operator `speedboat` di Desa Sungai Bali dan Rampa juga meminta gantirugi.

"Mereka menganggap usahanya juga terkena dampak jebolnya tanggul tersebut," ujar dia.

Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup Daerah, Muhlis Hamidi, meminta camat sekali lagi mengoordinasikan masalah tersebut dengan warganya.

"Jika keinginan itu memang dari masyarakat, hendaknya dapat dikoordinasikan sekali lagi dengan masyarakat, karena tidak semua niat baik diterima masyarakat," katanya.

Terkait dengan pembangunan jalan alternatif, ia meminta PT Silo berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Kotabaru, agar tidak terjadi pembiayaan yang tumpang tindih.

Kepala Teknik Tambang PT Sebuku Iron Lateritic Ores, Ir Darmaji MT, menjelaskan, selain melakukan pengerukan muara Sungai Bali, perusahaan juga telah membangun jalan antardesa yang terkena dampak langsung jebolnya tanggul.

"Saat ini perusahaan telah membangun kembali ratusan meter jalan yang rusak, dengan cara betonisasi atau dengan aspal," ujarnya.

Darmaji masih belum memberikan jawaban terhadap permintaan Camat Pulau Sebuku terhadap pembangunan jalan alternatif. (laporan wa prasetia/ant)

 

 

Arsip Berita