Rabu, 23 Mei 2012
BPBD: Tim SAR Kesulitan Angkat Material Longsor
Jumat, 29 April 2011 04:10
AddThis Social Bookmark Button

Padang, 29/4 (SIGAP) - Tim SAR Kabupaten Agam mengalami kesulitan untuk mengangkat material longsor yang menimbun badan jalan serta rumah warga di Kampung Tanjung, Jorong Pantas, Nagari Tanjung Sani, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Demikian dikatakan Kepala BPBD Kabupaten Agam, Isfamael saat dihubungi melalui telepon dari Padang, Jumat (29/4).

Menurutnya, kawasan perbukitan di sekitar Danau Maninjau yang berada di Kampung Tanjung kondisinya masih labil.

"Sekitar kawasan tersebut masuk zona merah, jika hujan lebat mengguyur material longsor akan turun menerjang rumah warga,"katanya.

Dirinya menambahkan, butuh dua unit alat berat untuk mengangkat material tanah longsor yang menimbun rumah warga dan badan jalan.

"Material longsor yang turun dari perbukitan di Kampung Tanjung Jorong Pantas berupa tanah, batu-batuan besar, pepohonan serta kayu tidak bisa dilakukan secara manual,"katanya.

Isfamael mengatakan, material longsor kecil masih saja turun dari perbukitan sekitar Danau Maninjau yang berada di daerah itu karena curah hujan masih tinggi sejak Kamis (28/4) hingga Jumat.

"Ini sangat menyulitkan para petugas di lapangan, sementara curah hujan masih tinggi ditambah material longsor kecil masih saja turun dari perbukitan sekitar Danau Maninjau yang berada di daerah Kampung Tanjung," katanya.

Tanah longsor di wilayah itu pada Kamis (28/4) petang mengakibatkan sembilan rumah rusak, tujuh diantaranya rusak berat, sedangkan dua lainnya rusak ringan.

"Rumah-rumah itu adalah milik Agiman (57), Syarifuddin (42), Hendra (32), Datuak rajo Mantari (33), Don M (25), Tira (70), Syamsudin, Fauza, dan Sutan Amir," katanya.

Dirinya menambahkan, pihaknya untuk sementara telah mengevakuasi warga ke tempat yang lebih aman dari bahaya tanah longsor, tetapi saat ini listrik masih padam di lokasi bencana.

Berdasarkan laporan sementara tidak ada korban jiwa akibat tanah longsor warga hanya mengalami kerugian materil. "Kita belum tahu berapa kerugian material yang dialami warga yang rumahnya rusak akibat tertimbun material tanah longsor," kata Isfamael. (laporan budi/ant)

 

Arsip Berita