Rabu, 23 Mei 2012
Komisi IV DPRD: BPBD Padang Agar Koordinasi Intensif Dengan Kogami
Jumat, 29 April 2011 03:41
AddThis Social Bookmark Button

Padang, 29/4 (SIGAP) - DPRD Kota Padang meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk melakukan koordinasi intensif dengan Komunitas Siaga TSunami (Kogami) Indonesia dalam menyiapkan kesiagaan terhadap bencana gempa dan tsunami.

Ketua Komisi IV DPRD Padang Azwar Siry di Padang, Jumat (29/4) mengatakan, kerjasama BPBD Padang dengan Kogami sangat penting mengingat kerawanan daerah ini terhadap gempa dan tsunami cukup tinggi.

Melakukan koordinasi intensif dengan lembaga Kogami diharapkan memunculkan sikap sigap BPBD PAdang terhadap gempa dan tsunami, tambahnya.

Koordinasi ini terutama untuk memberikan pendidikan kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman bencana gempa dan tsunami, katanya.

Kesadaran masyarakat untuk menyiapkan diri menghadapi bencana merupakan salah satu langkah untuk mengurangi risiko bencana. Dalam hal ini Kogami Indonesia dinilai telah cukup berpengalaman dengan model panduan kesiapsiagaan terhadap bencana yang disusunnya.

Model panduan kajian risiko tsunami menggunakan tools Strategi Pengurangan Risiko Bencana (Serangan Si Bencana) disusun Kogami Indonesia JUGA TELAH dijadikan acuan nasional oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Ditetapkannya "Serangan Si Bencana" milik Kogami Indonesia oleh BNPB merupakan bentuk pengakuan nasional eksistensi Kogami sebagai LSM bidang pendidikan kesiapsiagaan bencana di Indonesia, Direktur Program Kogami, Tommy Susanto.

Dirinya menyebutkan, dalam penyusunan dan perumusan Peraturan Kepala Badan (Perkaban) tentang Panduan Kajian Risiko Tsunami di tingkat nasional, BNPB memilih model dengan tools "Serangan Si Bencana" milik Kogami Indonesia sebagai acuan di Indonesia.

Pada penyusunan Perkaban itu ada beberapa model yang dibahas dalam rapat, diantaranya yang dipakai Kogami dan LIPI. Namun, setelah perdebatan panjang, BNPB memilih model disusun Kogami yang dinilai paling cocok untuk dijadikan acuan nasional, tambahnya.

Menurutnya, dipilihnya panduan "Serangan Si Bencana" bukanlah tanpa alasan, karena jika melihat proses penyusunan panduan tersebut yang mengacu kepada Kesepakatan internasional tentang pengurangan risiko bencana dunia dalam "Kerangka Aksi Hyogo".

Selama ini, panduan "Serangan Si Bencana" telah digunakan KOGAMI dalam peningkatan kesiapsiagaan di tingkat masyarakat maupun pemerintah di Sumatera Barat dalam menghadapi risiko gempa dan tsunami.

Dirinya menambahkan, pada tingkat masyarakat, kelompok warga yang dibina Kogami berada di Kota Padang, Kabupaten Pesisir Selatan dan Padang Pariaman telah terbentuk 12 Kelompok Siaga Bencana (KSB) dan lebih dari 50 Kelompok Siaga Bencana Sekolaha (KSBS).

Sedangkan di tingkat pemerintah, panduan mitigasi bencana ini juga telah digunakan untuk merevisi Rencana Aksi Daerah Kota Padang untuk Pengurangan Risiko Bencana (RAD-PRB) pada tahun 2010.

Diharapkan dalam waktu dekat hasil revisi RAD-PRB Kota Padang tersebut telah bisa disahkan Walikota Padang, tambahnya.

Di tingkat internasional, model tools "Serangan Si Bencana" juga dipakai LSM Mercy Corp International, untuk melakukan upaya-upaya pengurangan risiko bencana di daerah program mereka.

Mercy Corps telah mengadaptasi panduan ini untuk melakukan upaya-upaya pengurangan risiko bencana melalui Program Public-Private Partnership for Disaster Management di Padang Pariaman dan Pesisir Selatan, dan pada Program Prepare Sumatera di Kabupaten Agam.

Dirinya menyebutkan, bagi Kogami dengan pemakaian tools itu oleh BNPB dan adopsi panduan tersebut oleh lembaga intenasional, menandakan visi Kogami, sebagai duta dunia membangun budaya siaga bencana telah memberikan manfaat bagi banyak orang dan lembaga. (laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita