Rabu, 23 Mei 2012
Sebanyak 593 Warga Sirahan Korban Banjir Lahar Merapi Masih Mengungsi
Jumat, 29 April 2011 03:20
AddThis Social Bookmark Button

Magelang, 29/4 (SIGAP) - Sebanyak 593 warga Desa Sirahan, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, yang menjadi korban banjir lahar Gunung Merapi masih tinggal di tempat pengungsian akhir (TPA) Tanjung, Kecamatan Muntilan.

Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Desa Sirahan, Mochamad Rokim, di Magelang, Jumat (29/4) mengatakan, mereka yang mengungsi di TPA Tanjung adalah warga Dusun Salakan, Gemampang, Sirahan, Jetis, Glagah, dan Drojogan.

Mereka, katanya, masih tingal di pengungsian karena rumahnya rusak atau daerahnya terancam kemungkinan banjir lahar susulan.

Dirinya mengatakan, warga Dusun Candi dan Gebayan yang semula mengungsi di Balai Desa Tersan Gede dan Lapangan Bobosan telah kembali ke rumah masing-masing sejak beberapa hari lalu.

"Mereka yang telah meninggalkan tempat pengungsian karena merasa daerahnya sudah aman. Dalam dua pekan terakhir di Sungai Putih tidak terjadi banjir lahar dingin," katanya.

Jika sewaktu-waktu wilayah tersebut kembali menghadapi banjir lahar, katanya, warga akan mengungsi.

Mochamad Rokim menyebutkan, terjangan banjir lahar dari Sungai Putih, mengakibatkan sebanyak 291 rumah warga Sirahan rusak yang terdiri atas 29 hanyut, 127 rusak berat, 48 rusak sedang, dan 87 rusak ringan.

Selain itu, katanya, banjir lahar juga mengakibatkan sekitar 30 hektare lahan pertanian di Sirahan tertimbun material vulkanik Merapi.

Berdasarkan data Posko Induk Kabupaten Magelang, jumlah pengungsi hingga sekarang mencapai 2.640 jiwa tersebar di 11 lokasi.

Sejumlah tempat pengungsian tersebut di Kecamatan Muntilan empat lokasi dengan 787 pengungsi, Kecamatan Salam tiga lokasi (1.468 pengungsi), Kecamatan Mungkid, Ngluwar, Srumbung, dan Sawangan masing-masing satu lokasi dengan jumlah pengungsi 375 jiwa.

Jumlah rumah rusak di Kabupaten Magelang akibat banjir lahar mencapai 721 rumah yang terdiri atas 129 hanyut, 307 rusak berat, 129 rusak sedang, dan 156 rusak ringan.

Selain itu, 14 jembatan runtuh antara lain Jembatan Tlatar, Blongkeng, Babadan, Prumpung, dan Srowol. (laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita