Rabu, 23 Mei 2012
Korban Lahar Merapi Di Magelang Tinggalkan Tenda Pengungsian
Kamis, 28 April 2011 08:21
AddThis Social Bookmark Button

Magelang, 28/4 (SIGAP) - Korban banjir lahar dingin Gunung Merapi warga Dusun Gebayan, Desa Sirahan, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, meninggalkan tenda pengungsian di lapangan Bobosan, Desa Tersan Gede, Salam.

Seorang pengungsi warga Gebayan, Ariyanto (45) di Magelang, Kamis (28/4) mengatakan, para pengungsi telah kembali ke rumah masing-masing sejak Selasa (26/4) lalu, dan sekarang sedang melakukan perpisahan dengan perangkat desa dan tokoh masyarakat Desa Tersan Gede.

Perpisahan yang dilakukan di Lapangan Bobosan tersebut, dihadiri para pengungsi, pamong Desa Sirahan dan pamong Desa Terdan Gede, tokoh masyarakat, dan relawan GP Ansor. Acara perpisahan tersebut ditutup dengan makan nasi "pincuk" bersama-sama.

Sebanyak 113 keluarga terdiri atas 400 jiwa warga Gebayan mengungsi sejak 9 Januari 2011 karena daerahnya diterjang banjir lahar dingin luapan dari Sungai Putih.

"Pemulangan ini atas kesepakatan warga karena situasi sudah dianggap aman. Namun, jika nanti masih terjadi banjir kami terpaksa harus menungungsi lagi," katanya.

Penanggung jawab Posko Bersama GP Ansor sebagai pengelola lokasi pengungsian, Chabibullah mengatakan, kondisi Dusun Gebayang sekarang cukup aman karena dalam dua pekan terakhir tidak terjadi banjir.

"Para pengungsi menginginkan segera pulang ke rumah masing-masing untuk membersihkan rumah dan lingkungan dan kami tidak bisa menahan mereka untuk tetap tinggal di pengungsian," katanya.

Namun, katanya, jika sewaktu-waktu mereka membutuhkan tempat pengungsian lagi para relawan GP Ansor siap membantu.

Chabibullah mengatakan, untuk memulihkan kehidupan perekonomian, para pengungsi dibekali dengan beberapa pelatihan, antara lain pembuatan batako, pembuatan batu sintetis untuk hiasan dan ornamen rumah.

Kaur Kesra Desa Sirahan, Mochamad Rokim, mengatakan dengan pemulangan warga Gebayan ini, warga Sirahan yang masih mengungsi sekitar 600an jiwa, mereka mengungsi di TPA Tanjung, Kecamatan Muntilan.

Dirinya menyebutkan, akibat diterjang banjir lahar dingin ratusan rumah warga Sirahan rusak, 29 di antaranya hilang atau hanyut.

Bersasarkan data di Posko Induk Kabupaten Magelang, jumlah pengungsi hingga sekarang masih 2.640 jiwa yang tersebar di 11 lokasi. (laporan sofyan badrie/ant)

 

Arsip Berita