Rabu, 23 Mei 2012
BPBD: Bencana Alam Rawan Terjadi di Kabupaten Pesawaran
Kamis, 28 April 2011 05:31
AddThis Social Bookmark Button

Pesawaran, Lampung, 28/4 (SIGAP) -  Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pesawaran, Ironi Mihradi, di Pesawaran, Kamis (28/4) mengatakan, dua kecamatan yang merupakan tempat tujuan wisata di Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung, termasuk kawasan rawan terjadi bencana alam.

"Kecamatan Padangcermin dan Kecamatan Punduhpidada yang merupakan daerah potensi wisata, namun rawan terjadi bencana alam seperti banjir dan tanah longsor," katanya.

Menurut Mihradi, potensi banjir yang sering terjadi di dua kecamatan itu dikarenakan masih kurangnya kesadaran masyarakat setempat untuk menjaga kelestarian kondisi alam, seperti hutan dan lingkungan pesisir pantai.

"Di pesisir pantai banyak dibuat tambak yang tidak memperhatikan kepentingan hutan mangrove sebagai sabuk hijau sehingga air pasang laut dapat langsung menggenang permukiman penduduk," ujarnya.

Sedangkan, dirinya melanjutkan, kondisi hutan di pegunungan daerah itu tetap rusak parah, meskipun sudah dilakukan rehabilitasi oleh pihak terkait dengan dibantu oleh masyarakat setempat.

"Namanya bencana alam tentunya kita tidak bisa memastikan kapan dan bagaimana terjadinya, karena semua itu adalah kekuasaan Maha Pencipta," tegas Mihradi.

Jadi, Mihradi menambahkan, seluruh masyarakat tidak perlu khawatir akan potensi bencana di daerah itu, asalkan seluruh elemen masyarakat dan pemerintah dapat saling bekerja sama dalam menjaga kondisi lingkungannya.

Berdasarkan data yang dimiliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pesawaran, selama tahun 2010 sudah empat kali terjadi banjir dan longsor di dua kecamatan tersebut.

"Namun untuk tahun 2011 ini belum ada kejadian bencana di dua kecamatan tersebut, dan mudah-mudahan tidak terjadi bencana alam di daerah ini," kata Isroni.

Mihradi menyebutkan, pihaknya tahun ini telah mengajukan permohonan dana bantuan sosial berpola hibah ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Kami sudah mengajukan dana bantuan tersebut sekitar Maret 2011 lalu senilai Rp49 miliar, yang nantinya diperuntukkan untuk kebutuhan dan memulihkan kondisi daerah yang telah terjadi bencana banjir dan longsor pada tahun lalu," katanya. (laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita