Rabu, 23 Mei 2012
BPBD Sulbar: Mamasa Sebagai Derah Rawan Longsor
Kamis, 28 April 2011 04:16
AddThis Social Bookmark Button

Mamuju, 28/4 (SIGAP) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)  Provinsi Sulawesi Barat, memetakan Kabupaten Mamasa sebagai daerah rawan terjadi longsor saat memasuki musim penghujan.

Kepala (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat, Rusdi Syah di Mamuju, Kamis (28/4) mengemukakan, setelah melakukan pemetaan daerah rawan bencana di Sulbar, maka daerah Mamasa saat ini salah satu wilayah yang dipetakan rawan terjadinya bencana longsor.

"Mamasa memang dipetakan sebagai kawasan rawan terjadinya musibah longsor. Ini berdasarkan hasil kajian kami setelah melihat kondisi wilayah pada masing-masing daerah," ucapnya.

Menurut Rusdi Syah, daerah Mamasa yang terletak di bagian timur Sulbar sangat berpotensi terjadi longsor, khususnya sepanjang jalan provinsi yang membelah gunung, baik yang menghubungkan Kota Mamuju dan Mamasa maupun jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Polman dan Mamasa.

"Sepanjang jalan ini kerap terjadi musibah longsor saat musim hujan turun. Jika longsor melanda wilayah Mamasa, maka bisa dipastikan roda perekonomian mereka akan lumpuh," ujarnya.

Sehingga pemerintah daerah Kabupaten Mamasa diminta agar memprioritaskan pengadaan pengendalian apabila terjadi musibah longsor.

"Sarana penunjang yang paling dibutuhkan apabila terjadi longsor adalah alat berat berupa buldozer dan alat-alat lainnya," katanya.

Rusdi mengemukakan, alat berat ini sangat mendesak untuk disiagakan di Kabupaten Mamasa sehingga saat musibah longsor langsung terkendali untuk memperlancar transportasi darat untuk aksebilitas ekonomi bagi masyarakat di wilayah itu.

Selain daerah Mamasa yang rawan terjadi musibah longsor, Majene pun juga salah satu kawasan rawan terjadi bencana tsunami sehingga perlu persiapan alat prasarana pendukung penanganan bencana alam.

"Sarana yang paling mendesak bagi daerah rawan banjir termasuk bencana Tsunami yakni menyiapkan pengadaan perahu karet maupun tenda pengungsi dan berbagai sarana pendukung lainnya," ungkapnya.

Dirinya menambahkan, kebutuhan penanggulangan bencana di daerah ini telah disampaikan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang diharapkan bisa disalurkan ke daerah ini.

"Sarana pendukung ini tentu kita harapkan dipercepat sebelum benar-benar terjadi bencana. Bukan berarti kami berharap ada bencana, namun hal itu harus dipersiapkan sebelum bencana datang," timpalnya. (laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita