Rabu, 23 Mei 2012
Penyebaran Benih Dari Udara Di Uji Coba Di Sulawesi
Selasa, 15 Juni 2010 02:25
AddThis Social Bookmark Button

 

Jakarta, 15/6 (Sigap) - Provinsi Sulawesi Selatan akan menjadi daerah percontohan uji coba menebar benih tanaman dari udara atau `air seeding`, karena provinsi ini kawasan lahan kritisnya sangat luas dan sulit dijangkau.

 

"Uji coba teknik menebar benih dari helikopter di wilayah Sulawesi Selatan akan dimulai pada Oktober 2010," kata Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, di Kudus, Senin.

Untuk mendukung uji coba program `air seeding` ini, kata dia Kementerian Kehutanan akan mencoba menganggarkan antara Rp25 miliar hingga Rp50 miliar bagi sejumlah kawasan lahan kritis.

Seperti di ketahui, NTT, NTB, Sulawesi dan Kalimantan diketahui memiliki lahan kritis. Catatan Kementerian Kehutanan mencatat terdapat sekitar empat juta hektare lahan kritis yang tersebar di sejumlah daerah tersebut.

Disebutkan tterdapat 50 hektare lahan kritis akan menjadi kawasan uji coba penebaran benih dengan teknik itu. "Jenis tanaman yang dipilih disesuaikan dengan daerah masing-masing," jelas zulkifli.

“Jika tingkat keberhasilan `air seeding` mencapai 20 persen, maka dianggap optimal, sebab  biaya yang digunakan untuk penanaman dengan teknik itu lebih murah dibandingkan dengan biaya tanam biasa. ” lanjutnya.

program menggunakan teknik `air seeding` ini, diperkirakan akan terjadi  penghematan mencapai seperlima dari biaya normal.

Jika uji coba tersebut sukses, menurut menteri, maka jumlah anggaran akan ditambah lagi pada tahun berikutnya.

Sebelumnya, Kementerian Kehutanan berencana melaksanakan program "air seeding" dalam waktu tiga tahun terhitung sejak Mei 2010.

Program itu diperkirakan mampu menekan biaya penanaman hingga 20 persen pada empat juta hektare lahan kritis. (laporan wa prasetia/ant)

 

 

Arsip Berita