Rabu, 23 Mei 2012
Disnakertrans Babel Alokasikan Dana Rp6,5 Miliar Untuk Latih 1.000 Angkatan Kerja
Kamis, 28 April 2011 02:36
AddThis Social Bookmark Button

Pangkalpinang, 28/4 (SIGAP) - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Bangka Belitung (Babel), pada 2011 ini mengalokasikan dana Rp6,5 miliar untuk melatih dan meningkatkan kompetensi 1.000 orang angkatan kerja agar mampu menghadapi persaingan.

"Kegiatan pelatihan untuk menciptakan tenaga kerja yang handal, profesional dan bertanggung jawab, sehingga mampu berkembang dan memperoleh pekerjaan yang layak," ujar Plt Kadinas Disnakertrans Babel, Ridwan di Pangkalpinang, Kamis (28/4).

Ridwan menjelaskan, sebanyak 1.000 angkatan kerja yang dilatih dengan rincian 500 orang pelatihan peningkatan kopentensi las, otomotif, bengkel, menjahit dan 500 lainnya mengikuti pelatihan manajemen seperti komputer dan administrasi, sekretaris dan lainnya.

Menurutnya, anggaran yang dialokasikan Rp6,5 milar yaitu Rp6 miliar dari APBN 2011 dan Rp500 juta dari APBD 2011, sedangkan anggaran pelatihan untuk 2012 diusulkan Rp12 miliar dari anggaran APBN dan APBD 2012.

"Kami menargetkan pelatihan angkatan tenaga kerja pada 2012 sebanyak 2.000 orang, sehingga secara bertahap permasalahan pengangguran dan kemiskinan dapat diatasi melalui peningkatan sumber daya manusia angkatan kerja itu sendiri," ujarnya.

Dirinya menjelaskan, jumlah penduduk Babel mencapai 1.223.048 jiwa dengan penduduk usia kerja berumur 15 sampai 20 tahun mencapai 932.061 orang, angkatan kerja (penduduk yang sudah lulus SMA namun belum bekerja) 620.063 orang dan penduduk kerja (penduduk yang sudah bekerja) 585.136 orang dan jumlah pengangguran (penduduk yang tidak bekerja) 34.927 orang.

Menurut Ridwan, kualitas tenaga kerja Babel yang bekerja di dalam dan luar negeri meningkat signifikan jika dibandingkan lima tahun terakhir karena berbagai upaya pelatihan untuk meningkatkan kompetensi mereka.

"Saat ini, kami dengan perusahaan Korea Selatan sedang menjajaki kerja sama dibidang tenaga kerja, karena tingginya minat perusahaan dari negara ginseng tersebut mempekerjakan tenaga kerja Babel," ujarnya.

Untuk itu, kata Ridwan, pelatihan tenaga kerja ini bisa menghindari masalah-masalah tenaga kerja di luar negeri seperti masalah yang dihadapi tenaga kerja di daerah lain yang disebabkan tingkat keahlian dan kualitasnya masih rendah.

"Sampai saat ini, kami belum ada menerima laporan tenaga kerja Babel yang bermasalah di luar negeri, karena tenaga kerja yang dikirim ke perusahaan asing tersebut sudah dibekali keahlian dan kopetensi yang memadai," demikian Ridwan. (laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita