Rabu, 23 Mei 2012
Dinas Kelautan: Rumput Laut Kotabaru Terserang Hama
Rabu, 27 April 2011 08:37
AddThis Social Bookmark Button

Kotabaru, 27/4 (SIGAP) - Tanaman rumput laut di Kotabaru, Kalimantan Selatan, terserang hama ais-ais yang dapat mengganggu pertumbuhannya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kotabaru H Talib MM, Rabu (27/4) mengatakan, munculnya hama ais-ais salah satunya disebabkan curah hujan tinggi yang terjadi sepanjang tahun.

"Curah hujan tinggi tersebut menyebabkan penurunan kadar garam air laut di pesisir yang menjadi sentra budi daya rumput laut," jelasnya.

Dijelakannya, ais-ais merupakan sejenis penyakit cacar yang menyerang kulit rumput laut hingga mengelupas dan kemudian membusuk.

Cuaca yang tidak bersahabat, lanjut Talib, menyebabkan rumput laut mudah diserang penyakit ais-ais dan lumut halus.

Akibat serangan hama ais-ais dan lumut, produksi rumput laut Kotabaru masih reltif rendah, bahkan tidak sesuai target.

"Pada 2010 produksi rumput laut Kotabaru sekitar 167,8 ton," ujar Talib.

Dirinya mengungkapkan, meski Kotabaru memiliki garis pantai dan perairan yang cukup panjang dan luas, namun hanya beberapa daerah yang dapat digunakan untuk budi daya rumput laut, seperti Teluk Tamiang, Pulau Laut Barat dan Pamukan Selatan.

"Hal itu juga menyebabkan Kotabaru belum mampu memenuhi permintaan rumput laut secara nasional, bahkan untuk kebutuhan tingkat regional Kalimantan saja juga belum mampu," ungkapnya.

Menurutnya, pada 2008 kebutuhan rumput laut Indonesia rata-rata berkisar 1.000 ton per bulan.

Namun kebutuhan tersebut hingga saat ini masih belum terpenuhi, dan Indonesia diperkirakan masih mendatangkan rumput laut dari Cile, serta negara-negara tetangga.

Saat ini, Kotabaru masih memiliki sekitar 2.500 hektare pesisir yang dapat menjadi lokasi pengembangan budi daya rumput laut.

Selain dapat dikembangkan di daerah pantai, rumput laut juga bisa dikembangkan di daerah pertambakan Gracilia SPT, dan daerah rawa air asin tersebut cukup luas tersedia di daerah itu. (laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita