Rabu, 23 Mei 2012
Air Pasang Di Kampung Ndalir Merauke Lewati Batas Normal
Selasa, 26 April 2011 05:58
AddThis Social Bookmark Button

Merauke, 26/4 (SIGAP) - Air pasang mengancam warga yang berdomisili di pesisir pantai Kampung Ndalir, Distrik Nokenjerai, Kabupaten Merauke, Papua, karena permukaan air pasang melewati batas normal dan tidak seperti tahun-tahun sebelumnya.

Seorang warga Kampung Ndalir, Sairah di Ndalir, Selasa (26/4) mengatakan, meningkatnya permukaan air laut itu, mulai mengancam rumah-rumah di bibir pantai. Bahkan, beberapa rumah telah mengalami kerusakan parah, akibat terendam air laut saat pasang.

Ketika terjadi pasang, sejumlah warga mengungsi, menghindari genangan karena permukaan air laut saat pasang sering terjadi dan banyak warga bertanya-tanya, namun ada juga yang menduga kemungkinan fenomena itu terkait dengan dampak pemanasan global.

Dugaan lain, katanya, peristiwa itu terjadi karena dipicu oleh ulah warga yang melakukan penambangan pasir secara ilegal tidak jauh dari kawasan pemukiman. Penambangan pasir secara ilegal itu.

Pernah terjadi banjir air laut (rob) mengakibatkan sejumlah rumah rusak. Banjir mulai bulan dua dan sampai sekarang setiap air laut pasang, pemukiman terendam. Ini adalah peristiwa pertama sekali karena tahun-tahun sebelumnya tidak pernah terjadi, katanya.

Dirinya meminta pemerintah setempat melakukan penertiban terhadap penambang pasir ilegal di kawasan itu dan membangun tanggul penahan gelombang agar pemukiman warga bisa terhindar dari kerusakan lebih parah.

Menurut Sairah, air pasang tidak hanya merusak rumah warga, namun juga merusak jalan umum, bahkan mulai mengancam jembatan yang menghubungan lima kampung lainnya yang bertetangga dengan Ndalir.

Sementara itu, Anggota Komisi A DPRD Merauke, Henny Astuty Suparman menilai, jika hal ini tidak ditangani secara serius, maka diprediksikan lima tahun kedepan beberapa wilayah di Kabupaten Merauke akan tenggelam.

Henny menambahkan, kerusakan pantai di sebagian daerah Merauke sudah masuk dalam katagori memrihatinkan.

"Hal ini perlu dikaji, mencari jalan terbaik, kalau dibiarkan maka dampaknya ke masyarakat yang menghuni lima kampung di garis perbatasan RI-PNG (Papua New Guinea) itu," ujarnya ketika meninjau Pantai Ndalir.

Menurutnya, penyelamatan terhadap pemukiman warga bisa dilakukan asalkan ada kemauan dari berbagai pihak terkait, termasuk di antaranya membangun tanggul dan menghentikan penambangan pasir secara ilegal di kawasan pantai tersebut. (laporan budi/ant)

 

Arsip Berita