Rabu, 23 Mei 2012
BPBD: Kecamatan Di Kerinci Rawan Banjir Dan Longsor
Selasa, 26 April 2011 04:41
AddThis Social Bookmark Button

Jambi, 25/4 (SIGAP) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi mengingatkan semua kecamatan di kabupaten itu dalam status rawan banjir bandang dan longsor.

"Hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Kerinci rawan banjir bandang dan tanah longsor, hal tersebut terkait dengan tipikal alam Kerinci yang berada di prebukitan," kata kepala BPBD Drs Basyarin, saat dihubungi di Kerinci, Senin (25/4).

Karena itulah, kata Basyarin, semua kecamatan yang jumlahnya 12 harus senantiasa meningkatkan kewaspadaan berhubung dengan meningkatnya eskalasi atau potensi terjadinya kedua bentuk bencana alam tersebut sehubungan dengan meningkatkan curah hujan saat ini.

Menurut Basyarin, tingkat kerawanan di masing-masing kecamatan memang tidak sama, ada yang sudah status merah, jingga dan kuning, yang jelas tidak ada yang berstatus hijau alias aman dari ancaman banjir.

Pasalnya desa-desa di kabupaten umumnya berada di aliran sungai, dan tipikal sungai di kabupaten paling barat provinsi Jambi tersebut adalah sungai berair deras yang hulunya berada di pedalaman hutan Taman Nasional Kerinci Seblat.

Selain itu pendangkalan sungai yang terjadi selama ini baik oleh alam maupun akibat ulah tanga manusia seperti penambangan batu, kerikil dan pasir sungai juga meningkatkan potensi bencana.

"Kondisi tersebut juga sangat terkait dengan lingkungan di sekitarnaya. Misalnya di sepanjang sungai Batang Merao, mulai dari Kecamatan Siulak, Air Hangat, Depati Tujuh, dan Kecamatan Air Hangat Timur, rawan terjadinya banjir," terangnya.

Basyarin mengatakan, di kawasan pinggiran di Kecamatan Danau Kerinci, Kecamatan Keliling Danau, rawan terjadinya banjir akibat luapan air sungai atau danau. Sementara di kecamatan Gunung Raya, dan Batang Merangin daerah rawan terjadinya banjir yang disertai longsor. (laporan sofyan badrie/ant)

 

Arsip Berita