Rabu, 23 Mei 2012
BMKG: Gelombang Laut Di Barat Enggano 3 Meter
Selasa, 26 April 2011 04:23
AddThis Social Bookmark Button

Bengkulu, 26/4 (SIGAP) - Analis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Fatmawati Soekarno Bengkulu, Rosyidah, di Bengkulu, Selasa (26/4) memprakirakan, tinggi gelombang laut di Samudra Hindia Barat Enggano, Provinsi Bengkulu, diperkirakan antara dua hingga tiga meter atau lebih tinggi dari sebelumnya yang rata-rata 2,5 meter.

"Sedangkan gelombang laut di Samudra Hindia Barat Bengkulu 12 jam ke depan tingginya berkisar antara 1,25 hingga dua meter," kata Rosyidah.

Angin di Samudra Hindia Barat Bengkulu berpeluang berembus dari arah Selatan sampai dengan Barat dengan kecepatan antara 13 hingga 30 kilometer per jam atau setara 07 hingga 17 knot.

Tinggi gelombang laut di perairan Bengkulu antara 0,5 hingga 1,5 meter, sedangkan angin di wilayah itu berembus dari Barat Daya hingga Utara dengan kecepatan antara 05-15 knot.

Berdasarkan citra satelit, wilayah Aceh, Sumatera Utara hingga Selatan, sebagian besar Pesisir Barat Pantai Sumatera dan Samudera Hindia Barat Aceh hingga Barat Lampung terlihat cuaca diliputi awan dan hujan.

Angin di wilayah Bengkulu pada umumnya bertiup dari Selatan hingga Utara dengan kecepatan berkisar 08 sampai dengan 27 kilometer per jam atau sekitar 05-15 knot.

Rosyidah memperkirakan cuaca di wilayah Bengkulu 12 jam ke depan berpeluang cerah berawan dan hujan ringan pada malam hari, suhu udara antara 24-32 derajat celcius, dan kelembaban antara 60-96 persen.

Gelombang laut dalam kondisi normal saat ini tidak hanya dimanfaatkan nelayan untuk mencari ikan, tapi juga transportasi Kota Bengkulu-Enggano menjadi cukup lancar, sehingga akan dimanfaatkan instansi terkait untuk membuat program sosial terhadap warga Enggano.

Kepala Balai Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Bengkulu, Amon Zamora, mengatakan, saat gelombang laut normal pihaknya akan membuat program untuk masyarakat sekitar yang bermanfaat menciptakan pendapatan tambahan mereka.

Dirinya merencanakan menanam jenis palawija yang berfungsi ganda, untuk pendapatan warga sekitar hutan dan konservasi kawasan itu karena di Pulau Enggano cukup luas hutan konservasinya.

"Nanti tumbuhan itu akan disemai bersama masyarakat kemudian warga menanamnya hingga menghasilkan, sedangkan produksinya tetap dinikmati warga tersebut, jenis tumbuhannya nanti kita informasikan," katanya. (laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita