Rabu, 23 Mei 2012
Dekopin Upayakan Optimalisasi dan Pengaktifkan Koperasi Perbatasan
Senin, 25 April 2011 10:05
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 25/4 (SIGAP) - Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Wilayah DKI Jakarta akan melakukan upaya optimalisasi dan pengaktifan kembali koperasi-koperasi di wilayah perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Kami melihat selama ini masyarakat di wilayah perbatasan cenderung memiliki ketergantungan ekonomi yang tinggi terhadap negara tetangga," kata Ketua Dekopinwil DKI Jakarta, Nachrowi Ramli, di Jakarta, Senin (25/4), dalam acara 'kick off' rangkaian Hari Koperasi ke-64.

Menurut dia, sudah saatnya masyarakat di wilayah perbatasan tersebut didorong untuk lebih memberdayakan potensi dan kemandirian melalui koperasi.

Untuk itu pihaknya akan memetakan jumlah koperasi yang berada di wilayah perbatasan dengan menggandeng beberapa instansi terkait khususnya Kementerian Koperasi dan UKM.

Kementerian Koperasi dan UKM sendiri telah mendata sampai saat ini jumlah seluruh koperasi di Indonesia mencapai 177.483 unit.

"Melalui koperasi ini, kita akan membangun kemandirian masyarakat di perbatasan sehingga menjadi sejahtera tanpa harus menggantungkan diri pada pihak asing," katanya.

Pihaknya akan terlebih dahulu fokus di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia dan Indonesia-Singapura, di mana di kedua wilayah itu terdapat kawasan interland yakni di kawasan Kalimantan Timur yang berbatasan langsung dengan wilayah Malaysia seperti Sabah dan Serawak, serta di wilayah Kepulauan Riau-Singapura.

Dirinya menambahkan, pihaknya akan memfasilitasi dan mengadvokasi koperasi-koperasi yang tumbuh di wilayah perbatasan tersebut.

"Kami bersama Kementerian Koperasi dan UKM akan menggalakkan program Gerakan Masyarakat Sadar Koperasi (Gemaskop) di wilayah perbatasan," katanya.

Nachrowi berpendapat, wilayah perbatasan NKRI sudah seharusnya menjadi perhatian serius bagi seluruh pihak mengingat di kawasan tersebut sangat rawan untuk dimasuki pengaruh asing.

Selain itu, wilayah perbatasan juga melambangkan kedaulatan negara yang benar-benar harus dijaga.

Nachrowi yakin, koperasi akan menjadi solusi kemandirian bagi masyarakat di wilayah perbatasan.

Pada kesempatan itu, Nachrowi meresmikan dimulainya rangkaian acara Hari Koperasi ke-64 ditandai dengan Kegiatan Bhakti Sosial.

Panitia Pusat Hari Koperasi juga akan menggelar Seminar Nasional di beberapa kampus di seluruh Indonesia di antaranya Seminar di Kapal Perang bertema Peran Koperasi dalam Memanfaatkan Potensi Keluatan yang merupakan inisiatif dan agenda yang diusulkan Puskopal Kolinlamil Armabar.

Acara akan dirangkai dengan Pameran Koperasi Internasional dan Pertemuan ACO (ASEAN Co-operative Organization) di Jakarta, malam gelar budaya, gerak jalan 50 ribu anggota koperasi se-DKI Jakarta, hingga Jambore Pemuda Koperasi se-Indonesia.

Puncak acara Hari Koperasi pada 12 Juli 2011 akan dipusatkan di Istora Senayan Jakarta dan rencananya dihadiri Presiden Republik Indonesia. (laporan sofyan badrie/ant)

 

Arsip Berita