Rabu, 23 Mei 2012
Perbankan Berkomitmen Berikan Keringanan Kepada Korban Merapi
Senin, 25 April 2011 09:51
AddThis Social Bookmark Button

Sleman, 25/4 (SIGAP) - Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, telah melakukan koordinasi dengan pihak perbankan terkait sehubungan dengan permasalahan kredit para korban bencana erupsi Gunung Merapi.

Kepala Bagian Humas Setda Kabupaten Sleman Endah Sri Widiastuti, Senin (25/4) mengatakan, sejumlah perbankan seperti Bank Indonesia, BPD Sleman, Bank Sleman, BPR BDE Pakem, Bank Mandiri Sleman, BRI Sleman dan Adira Finance secara umum sudah sangat peduli dengan kesulitan debitur korban Merapi.

Menurutnya, masing-masing perbankan telah memiliki skema untuk memberikan solusi meringankan beban para korban Merapi.

"Beberapa kebijakan yang telah dijalankan perbankan untuk khusus debitur korban Merapi adalah restrukturisasi, penjadwalan ulang dan bahkan juga pemberian modal segar," katanya.

Dirinya mengatakan, perbankan selain telah mengambil kebijakan untuk meringankan permasalahan debitur juga telah ikut membangkitkan kembali perekonomian debitur korban Merapi.

"Sebagai gambaran untuk membantu pelaku usaha korban erupsi Merapi BRI telah meluncurkan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) sebesar Rp8 miliar dengan target pencairan sampai dengan hulan Juni 2011. Demikian juga Adira Finance juga telah memberikan keringan pada 500 orang konsumennya yang menjadi korban Merapi," katanya.

Endah mengatakan, bencana alam adalah sebuah musibah, permasalahan kredit para korban erupsi Merapi tidak dapat dibebankan seluruhnya kepada Pemerintah dan pemberi kredit.

"Solusi penanganan permasalahan kredit masyarakat korban Merapi diarahkan tetap menumbuhkan rasa tanggung jawab para kreditur. Setiap perbankan telah melaporkan perkembangan tindak lanjut permasalahan debitur korban Merapi secara berkesinambungan kepada bank Indonesia," katanya.

Endah mengatakan, dalam laporan terdapat fakta di lapangan sebagian besar debitur masih memiliki kemampuan untuk menyelesaikan pinjamannya dan terdapat debitur yang sebenarnya tidak masuk kriteria untuk mendapatkan perlakuan khusus, karena permasalahan kreditnya sudah terjadi sebelum erupsi Merapi.

"Bahkan terdapat pihak-pihak yang sengaja memanfatkan keadaan dengan mempengaruhi masyarakat agar mengajukan keringan dan penghapusan kredit dengan cara coba-coba. Berkaitan dengan hal tersebut dimohon semua pihak untuk senantiasa memotivasi masyarakat untuk bangkit berusaha dan bertanggung jawab," katanya. (laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita