Rabu, 23 Mei 2012
PNPM Di Lebong Kembangkan Biogas
Senin, 25 April 2011 02:51
AddThis Social Bookmark Button

Bengkulu, 25/4 (SIGAP) - Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Lingkungan Mandiri Pedesaan (PNPM-LMP) di Desa Ladang Palembang Kabupaten Lebong, Bengkulu mengembangkan energi terbarukan yaitu biogas dengan material kotoran sapi.

"Demplot biogas Desa Ladang Palembang adalah yang pertama dikembangkan untuk PNPM-LMP dan dalam waktu dekat akan beroperasi," kata Fasilitator Kecamatan Lingkungan PNPM-LMP Supintri Yohar di Bengkulu, Senin (25/4).

Peningkatakan permintaan energi yang disebabkan pertumbuhan populasi penduduk dan menipisnya cadangan energi dari bahan bakar fosil juga mengharuskan adanya peningkatan produksi energi terbarukan.

Untuk mengurangi pemakaian bahan bakar tersebut adalah dengan mengembangkan pemakaian energi terbarukan antara lain energi surya, energi angin, energi air dan tumbuhan.

"Salah satunya adalah biogas karena bahan baku berupa kotoran sapi cukup tersedia di desa ini tapi selama ini belum dimanfaatkan," katanya.

Selain dari kotoran sapi, gas juga bisa diperoleh dari berbagai macam limbah organik seperti sampah biomassa dan kotoran manusia menjadi energi melalui proses anaerobik digestion.

Proses ini merupakan peluang besar untuk menghasilkan energi alternatif sehingga untuk mengurangi dampak penggunaan bahan bakar fosil.

Pengembangan biogas di Desa Ladang Palembang menggunakan reaktor jenis kubah tetap (Fixed-dome) ynag disebut juga reaktor China.

Kapasitas reaktor dapat digunakan untuk 2 hingga 3 rumah dengan penggunaan 2 hingga 3 jam per hari.

"Jadi yang kami buat adalah proyek percontohan dalam pengelolaan limbah menjadi bernilai guna dan berdampak positif terhadap lingkungan," katanya.

Selain ramah lingkungan dan terbarukan energi biogas ini ini aman untuk digunakan skala rumah tangga, dan dapat meningkatkan semangat masyarakat dalam mengembangkan perternakan secara terpadu, dapat menghasilkan daging, pupuk dan gas.

Dengan multi efek dari pembangunan biogas ini, diharapkan pemerintah daerah dapat mengadopsi teknologi sederhana ramah lingkungan tersebut dan mengembangkannya melalui program-program daerah. (laporan budi/ant)

 

Arsip Berita