Rabu, 23 Mei 2012
Tanah Longsor Akibatkan Delapan Rumah Tertimbun
Senin, 25 April 2011 02:35
AddThis Social Bookmark Button

Garut, 25/4 (SIGAP) - Sebanyak Delapan rumah penduduk Desa Godog, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, terancam tertimbun tanah longsor yang sebelumnya menimpa satu rumah warga hingga menewaskan lima orang penghuninya, Sabtu (23/4) petang.

"Ada tujuh rumah dan satu rumah beda kampung di Desa Godog yang sekarang terancam longsor tanah tebing," kata Kepala Desa Godog Apipudin, Minggu (24/4).

Tujuh dari delapan rumah penduduk itu berada di Kampung Godog Pojok yang dekat dengan tebing, sedangkan satu rumah lagi berada di Kampung Campaka yang lokasinya satu kampung dengan rumah yang sudah rata tertimbun tanah.

Para penguhuni satu rumah di Kampung Campaka itu sudah dievakuasi karena dikhawatirkan terjadi longsor lagi mengingat hujan deras diprediksi masih terjadi di kawasan tersebut.

Sementara itu, para penghuni tujuh rumah di Kampung Godog Pojok yang berada di kawasan tanah labil masih bertahan di rumah masing-masing, meskipun sudah diimbau pemerintah daerah dan aparat desa setempat untuk segera dikosongkan.

"Tujuh rumah itu memang harus segera dikosongkan, tetapi mereka masih di sana sehingga kami mengimbau mereka segera meninggalkan rumah apabila turun hujan, jangan ada di lokasi itu," kata Apip.

Ancaman tebing longsor di kawasan tersebut, kata Apip, karena kondisi tanahnya labil serta saluran air di perbukitan tidak mampu menampung debit air ketika terjadi hujan deras.

Menurut dia, peristiwa longsor yang menimpa satu rumah hingga menewaskan satu keluarga itu disebabkan saluran air meluap hingga menyebabkan tanah tebing terkikis air kemudian terjadi longsor.

"Di atas itu ada saluran air, apalagi di sini dekat gunung-gunung, jadi ketika hujan deras, air tidak tertampung hingga meluap," katanya.

Longsor yang menimbun sebuah rumah telah menewaskan penghuninya yakni pasangan suami istri Iim (55) dan Omih, kemudian dua anaknya, Ninih (13) dan Ihom (14) serta saudara yang sedang berkunjung, Inen (45).

Longsor terjadi secara tiba-tiba, Sabtu petang sekitar pukul 18.30 WIB, sebelumnya daerah itu diguyur hujan deras yang menyebabkan penghuni rumah tidak dapat menyelamatkan diri dan tewas tertimbun tanah serta material bangunan rumah.

Lima korban tertimbun tanah itu akhirnya berhasil dievakuasi warga setempat secara gotong royong, dan selanjutnya dimakamkan di pemakaman umum desa setempat, Minggu (24/5). (laporan panji al husen/ant)

 

Arsip Berita