Rabu, 23 Mei 2012
Distan Jambi Imbau Petani Perhatikan Kondisi Alam
Senin, 25 April 2011 02:29
AddThis Social Bookmark Button

Jambi, 24/4 (SIGAP) - Kepala Dinas Pertanian Kota Jambi, Harlik mengimbau petani setempat untuk memperhatikan kondisi alam saat memasuki musim tanam tahun 2011.

"Kondisi cuaca saat ini tidak menentu, untuk itu petani diharapkan bisa melihat kondisi alam. Jika curah hujan masih tinggi, petani diharapkan bisa menahan penyemaian," ujar Harlik saat diminta keterangan di Jambi, Minggu (24/4).

Menurut Harlik, berdasarkan laporan dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) setempat, curah hujan di Kota Jambi masih terbilang tinggi hingga awal Mei 2011.

Tidak hanya itu, kondisi air sungai Batanghari sebagai sumber air kawasan persawahan yang ada di Kota Jambi juga dinilai masih dalam kondisi tinggi. Akibatnya, masih banyak beberapa kawasan persawahan maupun pertanian yang tergenang luapan air sungai.

"Untuk itu, petani saat ini diharapkan jangan turun ke sawah dahulu. Tunggu kondisi air surut dan cuaca juga bagus. Sebab, jika dipaksakan penyemaian maupun penanaman bibit, tanaman bisa mengalami kerusakan," katanya.

Terkait hal itu, Harlik mengaku telah beberapa kali mengadakan peninjauan di kawasan persawahan di Kota Jambi. Harlik memperkirakan proses penyemaian di Kota Jambi paling lambat dimulai awal Juni 2011 mendatang. Untuk itu, pihaknya mengimbau petani jangan terburu-buru melakukan penyemaian.

Untuk menanggulangi keterlambatan proses penyemaian, Dinas Pertanian Kota Jambi berencana mengubah beberapa lahan pekarangan warga menjadi lahan pertanian buah-buahan. Hal itu, katanya, untuk mengantisipasi proses penyemaian bibit padi yang diperkirakan lebih lambat.

"Kami saat ini sedang melakukan pendataan, beberapa kelompok tani akan kami berikan bantuan bibit buah-buahan dan sayur-sayuran. Hal ini untuk mengantisipasi agar petani tetap memiliki mata pencaharian," ujarnya.

Berdasarkan data di dinas pertanian Kota Jambi luas lahan pertanian setempat terdiri dari dua jenis. Pertama lahan pertanian sayuran seluas 1.600 hektare sedang luas lahan persawahan mencapai 1.300 hektare.

"Meski begitu, luas lahan pertanian tersebut jumlahnya makin menyusut akibat pengembangan kawasan perumahan," tambah Harlik. (laporan panji al husen/ant)

 

Arsip Berita