Rabu, 23 Mei 2012
Wagub: Lahan Kering Di Sultra Perlu Solusi Pemanfaatan
Senin, 25 April 2011 02:26
AddThis Social Bookmark Button

Kendari, 25/4 (SIGAP) - Lahan kering di Sulawesi Tenggara (Sultra) masih cukup luas, sehingga perlu dicarikan solusi untuk pemanfaatannya kata Wagub Sultra, HM Saleh Lasata.

Data Dinas pertanian Provinsi Sultra di Kendari, Minggu (25/4) menyebutkan, lahan kering di daerah ini hampir satu juta hektare namun yang baru dimanfaatkan baru sekitar 35% atau 350 ribu hektare.

Wakil Gubernur Sultra, HM Saleh Lasata mengatakan, dengan potensi sumber daya alam khususnya lahan kering yang masih luas tersebut memberi harapan bahwa masyarakat Sultra tidak perlu harus keluar daerah mencari pekerjaan formal maupun informal tetapi bagaiman dengan keterampilan dan keahlian yang dimiliki bisa menggarap lahan yang ada di daerah sendiri.

"Saya kira dengan potensi lahan yang cukup tersedia ini, kesejahteraan masyarakat akan bisa terjamin dengan catatan, masyarakat tidak hanya berdiam diri, tetapi bagaimana mau mengolah lahan tersebut menjadi lahan produktif," katanya.

Untuk memanfaatkan lahan kering yang masih cukup luas itu harus diupayakan pada pengembangan tanaman pangan, terutama diarahkan pada tanaman jagung, ubi kayu dan sagu, sebagai makanan pokok masyarakat.

Selain itu, pola pengembangan tanaman palawija sebagai kelompok tanaman hortikultura di lahan kering seperti kacang tanah dan kedelai juga harus dioptimalkan sehingga bisa memungkinkan untuk dikembangkan karena peluang pasarnya semakin terbuka.

"Dengan lahan kering yang cukup luas itu, tentu sangat strategis untuk menarik investor, utamanya untuk mengolah potensi sumber daya alam dengan pola pengembangan, yang dilaksanakan melalui pola pengembangan berskala agribisnis.

Kadis Perkebunan Sultra, Achmad Chaedir mengatakan, dengan potensi lahan kering yang masih cukup luas itu mengundang banyak investor dari luar untuk bergerak pada sektor tanaman kehutanan.

Tahun 2007, sedikitnya ada dua dari 10 perusahaan asing yang akan mengembangkan tanaman kehutanan (ekaliptus) sebagai bahan baku industri pabrik kertas di Kabupaten Konawe Selatan, namun belakangan ini tak ada lagi beritanya.

"Perusahaan itu pernah meminta lahan minimal 150 hektare, dan Pemkab Konsel pun sudah menyediakan lahan, namun dua terkhir ini tidak lagi diketahui apakah perusahaan itu masih tetap akan melanjutkan niatanya atau tidak," katanya. (laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita