Rabu, 23 Mei 2012
BMKG: Gelombang Di Arafuru Timur Diprakirakan 3,5 Meter
Minggu, 24 April 2011 09:18
AddThis Social Bookmark Button

Jayapura, 24/4 (SIGAP) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Balai Besar Wilayah V Jayapura memprakirakan, gelombang dengan tinggi 3,50 meter akan terjadi di laut Arafuru Timur, Papua.

Sementara cuaca di wilayah Provinsi Papua diprakirakan cerah berawan pada pagi dan siang hari, sedangkan hujan lokal berpotensi terjadi pada malam hari," kata Kepala Bidang Data dan Informasi BMKG Sudaryono di Jayapura, Minggu (24/4).

Angin di wilayah Kota Jayapura berpeluang berhembus dari arah timur laut sampai dengan tenggara berkecepatan antara 5 hingga 18 kilometer per jam.

Sudaryono mengatakan cuaca di sebagian wilayah Provinsi Papua Barat diprakirakan hujan pada malam hari.

Menurutnya, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang juga berpeluang terjadi di sebagian perairan Papua pada malam hari.

Menyinggung perubahan cuaca yang tidak menentu, Sudaryono memperkirakan, akibat pengaruh tekanan rendah di perairan utara Australia dan Samudera Pasifik.

"Kondisi itu mempengaruhi pembentukan daerah pertemuan angin yang memanjang di laut Jawa serta dari laut Banda hingga laut Arafuru," ujarnya.

Kondisi itu, lanjutnya, juga berpengaruh terhadap proses pertumbuhan awan hujan yang semakin meningkat di wilayah timur dan barat laut serta perairan utara Papua.

Selain itu, ujar Sudaryono, kelembaban udara yang cukup besar dan suhu muka laut yang masih hangat juga memberikan dukungan terhadap pertumbuhan awan hujan.

Sudaryono mengatakan topografi Papua yang berbatasan langsung dengan Samudera Pasifik serta arah angin dari laut Filipina menjadi salah satu penyebab perubahan cuaca, seperti pembentukan awan dan hujan yang begitu cepat di Papua sehingga pihaknya terkadang sulit memprediksinya.

"Kami selalu memberitahukan perkembangan cuaca untuk peringatan kepada warga seperti melalui media, radio pantai, TNI Angkatan Laut, dan administrator pelabuhan," katanya.

Untuk itu, Sudaryono mengimbau para nelayan dan masyarakat yang ingin menggunakan tranportasi laut dan udara lebih sering memperhatikan informasi cuaca sebelum melakukan perjalanan.(laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita