Rabu, 23 Mei 2012
Distan Tangsel Sosialisasikan Pencegahan Ulat Bulu
Minggu, 24 April 2011 09:11
AddThis Social Bookmark Button

Tangerang, 24/4 (SIGAP) - Kepala Bidang Pertanian, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Tangerang Selatan, M Faridzal di Tangerang Minggu (24/4) mengatakan Dinasnya giat menyosialisasikan upaya pencegahan serangan hama ulat bulu kepada sejumlah petani.

"Sejak munculnya hama ulat bulu di Jakarta, sosialisasi tentang pencegahan hama ulat bulu kepada petani di Tangerang Selatan sudah kami giatkan," katanya

Dikatakannya, munculnya serangan ulat bulu disebabkan perubahan cuaca. Kondisi cuaca saat ini kerap tidak menentu atau ekstrem sehingga menyebabkan perkembangbiakan ulat bulu menjadi begitu mudah dan cepat.

Faridzal yang merupakan sarjana lulusan Institut Pertanian Yogyakarta itu mengatakan, ada cara mudah melakukan deteksi dini ulat bulu di setiap pohon.

Jika banyak terdapat semut merah atau burung di sekitar pohon tersebut, dipastikan area sekitar perkebunan atau pepohonan bebas dari ulat bulu dalam jumlah lebih.

"Kalau kelembaban udaranya rendah, kupu-kupu akan mudah bertelur. Ekosistemnya sudah tidak imbang karena jumlah burungnya sudah berkurang. Atau bisa juga semut merah yang biasa menjadi predator atau pemakan ulat bulu berkurang. Tapi sejauh ini Tangerang Selatan relatif masih aman," katanya.

Selain penyemprotan, langkah yang dilakukan untuk menanggulangi serangan ulat buku, kata Ridzal, bisa juga menggunakan metode menyebarkan pestisida di dekat akar pohon yang terserang hama. Dibuat lubang yang mengitari akar dan selanjutnya ditaburi pestisida.

"Pengobatannya juga sederhana. Kalau kulit gatal-gatal bisa menggunakan tembakau yang sudah direndam dengan air. Lalu air rendaman tembakau tersebut dibalurkan ke kulit yang gatal," katanya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular, Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, Tri Utami Pertiwi mengungkapkan, langkah awal jika kulit gatal karena ulat bulu yaitu mencucinya dengan air mengalir sampai bersih dan menggunakan sabun.

Bila timbul peradangan atau alergi pada bagian kulit, disarankan secepatnya dibawa ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan pengobatan.

Umumnya ulat bulu tidak menimbulkan efek fatal, tapi hanya berupa peradangan lokal. Namun, sebagian orang mempunyai reaksi alergi berlebihan.

"Yang harus diwaspadai pada kasus tersebut adalah reaksi alergi pada saluran pernafasan. Gagal nafas, tapi itu kemungkinannya kecil sekali," katanya. (lapaoran roesman/ant)

 

Arsip Berita