Rabu, 23 Mei 2012
Pemkab Lampung Selatan Usul Jalan Tepi Jalan Jadi Kawasan Stragis Nasional
Sabtu, 23 April 2011 02:37
AddThis Social Bookmark Button

Bandarlampung, 23/4 (SIGAP) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan mengusulkan jalan di tepi pantai menjadi kawasan strategis nasional.

"Kawasan itu sebagai bagian atau penopang dari pembangunan Jembatan Selat Sunda," kata Sekretaris Kabupaten Lampung Selatan, Sutono, di Kalianda, Sabtu (23/4).

Menurutnya, Bupati Lampung Selatan Rycko Menoza telah mengusulkan hal tersebut, baik kepada provinsi maupun pemerintah pusat guna realisasinya.

Jadi, lanjutnya, dalam proyek Jembatan Selat Sunda (JSS) Lampung Selatan pun telah menyiapkan apa yang mesti diperbuat sehingga ada keseimbangan antara megaproyek nasional tersebut dengan daerah pendukungnya.

"Kita manfaatkan untuk pengembangan dan pembangunan daerah, sehingga ada sinergi antara JSS dan infrastruktur di daerah," kata Sutono.

Jalur tersebut, ujar Sutono, akan menelusuri tepi pantai dari Bakauheni hingga ke luar di Tarahan, dan diharapkan dapat pula menggerakan sektor pariwisata serta perekonomian masyarakat sekitar.

"Bupati menegaskan, jangan sampai dengan adanya JSS, justeru mematikan Lampung Selatan. Karena itu, beliau memerintahkan untuk mengkreasi ide atau gagasan guna mensinergikannya," kata Sutono.

Selain jalur pantai, proyek yang sedang disiapkan untuk menopang JSS yakni terminal agribisnis.

Sebelumnya, Sekkab Lampung Selatan itu menjelaskan, pihaknya mengubah pola pengalokasian anggaran yakni 60 persen untuk belanja langsung dan 40 persen tidak langsung.

"Sebelum era Bupati Rycko, belanja langsung hanya sekitar 27 persen, dan sisanya tidak langsung atau yang lebih dikenal biaya rutin," kata dia.

Dirinya menjelaskan, hal tersebut bisa dilakukan dengan pola penghematan seperti penghapusan satuan kerja yang tidak penting.

"Ketika Pak Rycko dan Pak Eki baru menjabat, anggaran defisit sekitar Rp52 miliar, dan dalam jangka waktu belum satu tahun hal itu sudah imbang," jelasnya.

Hal tersebut menunjukkan bahwa beragam terobosan yang dilakukan bupati untuk menyehatkan anggaran, sehingga bisa digunakan dalam pembiayaan pembangunan di daerah paling Selatan Sumatera itu.

Sutono pun menjelaskan, dulu anggaran untuk infrastruktur berupa perbaikan jalan dan irigasi Rp32 miliar, dan tahun ini dianggarkan sebesar Rp95 miliar.

"Memang sekarang belum langsung bisa dilihat hasilnya di masyarakat, karena semua itu memerlukan proses. Namun semuanya telah dianggarkan dan diharapkan menjelang Lebaran sebagian besar jalan sudah diperbaiki dari anggaran tersebut," terangnya.

Sekretaris Kabupaten Lampung Selatan itu menambahkan, jalan milik kabupaten sepanjang 1.034 kilometer, dan sebagian besar perlu perbaikan sehingga dilakukan secara bertahap.

Sutono menambahkan, salah satu upaya yang harus segera dilakukan yakni memperbaiki infrastruktur jalan dan irigasi karena dua hal tersebut menjadi sendi utama dalam perekonomian daerah itu.

"Soal jalan, semua tahu bahwa fungsinya sangat penting. Begitu pula irigasi, karena sebagian besar warga di Lampung Selatan hidup dari pertanian, sehingga perlu dipasok air yang kontinyu," kata Sutono. (laporan panji al husen/ant)

 

Arsip Berita