Rabu, 23 Mei 2012
Dua Rumah Di Tapalang Hancur Dihantam Ombak
Sabtu, 23 April 2011 00:32
AddThis Social Bookmark Button

Mamuju, 23/4 (SIGAP) - Dua rumah di Desa Tampalang Kecamatan Tapalang yang berada di pesisir pantai Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat hancur dihantam ombak setelah daerah itu dilanda abrasi pantai.

Pemantauan di Mamuju, Sabtu (23/4) menunjukkan, dua rumah itu kini tidak bisa lagi dihuni pemiliknya.

Rumah milik Ismal dan Udin yang terbuat dari kayu itu hancur, dan sebagian kayu rumah yang ambruk itu sudah dibawa arus air laut setelah gelombang pasang menghempasnya.

Ismal dan Udin serta keluarganya kini mengungsi di rumah keluarganya, yang jauh dari pesisir pantai.

Dua rumah milik warga tersebut hancur setelah sebelumnya gelombang pasang setinggi dua meter menghancurkan bronjong yang dibuat pemerintah untuk melindungi rumah warga di Desa Tampalang yang sebelumnya terkena abrasi pantai.

Sebelumnya, sebanyak 23 rumah warga di Desa Tampalang tersebut dihancurkan gelombang pasang setinggi dua meter juga melanda daerah itu (13/1).

Akibatnya puluhan kepala keluarga mengunsi berminggu-minggu akibat kehilangan tempat tinggal.

Pemerintah Kabupaten Mamuju kemudian membangun bronjong penahan ombak untuk melindungi lima rumah warga yang tersisa yang kondisinya terancam abrasi pantai dan gelombang pasang di daerah itu, sepanjang 10 meter.

Namun bronjong yang dibangun pemerintah tersebut tidak berumur panjang karena hanya dalam tempo satu bulan juga hancur dihantam ombak pasang sehingga dua rumah di daerah rusak.

Selain dua rumah yang hancur itu, tiga rumah lainnya di daerah yang berhadapan dengan perairan Sulawesi yakni selat makassar itu, kini juga terancam, sehingga tiga KK yang menghuni rumah itu khawatir dan mengunsi sebelum menjadi korban ombak pasang.

"Sulit bagi warga untuk menentang peristiwa alam itu, karena bronjong yang dibangun pemerintah saja sudah hancur dihantam gelombang pasang sehingga nampak rumah tiga warga yang masih tersisa itu, tinggal menunggu waktu untuk hancur ketika ombak datang," kata Akbar salah seorang warga.

Oleh karena itu ia meminta Pemkab Mamuju membangun kembali penahan ombak yang lebih kuat dan bukan bronjong yang mudah dihancurkan ombak.

"Pemerintah di Mamuju harus kembali membangunkan tanggul penahan ombak yang kuat dan bukan penahan asal-asalan saja, karena nasib masyarakat dan pemukimannya terancam kini," katanya. (laporan budi/ant)

 

Arsip Berita