Rabu, 23 Mei 2012
Dinas Pertanian Pastikan Banten Aman Ulat Bulu
Jumat, 22 April 2011 10:24
AddThis Social Bookmark Button

Serang, 22/4 (SIGAP) - Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten memastikan di wilayah ini masih aman dari hama ulat bulu.

"Ulat bulu yang ditemukan di beberapa daerah di Banten, bukan hama seperti daerah lain. Itu ulat bulu biasa yang memang selalu ada di tempat tersebut," kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten Agus Tauchid di Serang, Jumat (22/4).

Agus mengatakan, pihaknya sudah mengambil beberapa sampel, kemudian sudah dites di laboratorium, hasilnya ternyata ulat bulu yang ada di Serang dan Pandeglang bukan jenis ulat bulu seperti di Probolinggo, Jawa Timur.

Jenis ulat bulu yang ada di Banten adalah ulat bulu yang pada musimnya selalu muncul di pohon tersebut, seperti yang menempel di pohon kecapi di Kabupaten Serang atau pohon randu di Pandeglang.

"Hasil uji laboratorium jenis ulat bulu yang ada berbeda dengan ulat bulu yang mejadi mewabah di daerah lain," kata Agus.

Namun demikian, pihaknya tetap mengantisipasi kemungkinan adanya wabah ulat bulu tersebut ke wilayah Banten, yakni melalui Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ada seperti melakukan uji laboratorium, kerjasama dengan para ahli hama pengganggu tanaman untuk meneliti, menyiapkan obat semprot atau insektisida serta mengimbau masyarakat untuk menjaga sanitasi lingkungan.

"Ulat bulu yang ada sekarang disebabakan masyarakat kurang menjaga sanitasi lingkungan. Selain itu ada juga yang memang tumbuh di kebun-kebun tidak sampai masuk lingkungan penduduk," kata Agus.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk menjaga sanitasi lingkungan dalam upaya mengantisipasi mewabahnya ulat bulu ke wilayah Banten.

"Kami berharap masyarakat tidak perlu khawatir, tetapi tetap perlu waspada dan mengantisipasi dengan menjaga sanitasi lingkungan," kata Agus Tauchid.

Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Peternakan Banten Dedi Ruswansyah mengatakan, hama ulat bulu tersebut biasanya menyerang tanaman yang berumur tahunan seperti mangga, jeruk, rambutan durian dan tanaman lainnya. Daerah yang paling rawan terserang wabah ulat bulu tersebut di Banten berada di wilayah Kabupaten Pandeglang dan Lebak karena merupakan daerah perkebunan atau tanaman tahunan.

"Kalau memang wabah ulat bulu itu menyerang tanaman, bisa saja terjadi gagal panen buah-buahan," kata Dedi.

Sebelumnya warga menemukan ribuan ulat bulu yang menempel di pohon kecapi seperti yang terjadi di Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang. Selain itu, ribuan ulat bulu juga ditemukan warga menempel di pohon randu yang berada di sekitar lahan pekuburan di Kampung Ciekek Karaton, Kelurahan Karaton, Kecamatan Majasari, Pandeglang. (laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita