Rabu, 23 Mei 2012
Stok Beras Di Dinsos NTT Tinggal 10 Ton
Kamis, 21 April 2011 05:37
AddThis Social Bookmark Button

Kupang, 21/4 (SIGAP) - Stok beras yang tersedia di Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini tinggal 10 ton. Stok tersebut belum dikeluarkan untuk bantuan bencana alam di Kabupaten Kupang.

"Kemarin kami punya stok 15 ton, lima ton sudah dikirim ke Timor Tengah Selatan (TTS) dan Kabupaten Belu, sisa 10 ton di gudang," kata Kepala Dinsos Provinsi NTT, Pieter Manuk, di Kupang Kamis (21/4).

Di rinya mengatakan, walaupun stok di gudang Dinsos NTT tinggal 10 ton, tetapi pemerintah masih memiliki stok beras sekitar 65 ton di gudang Bulog. Stok ini bisa dimanfaatkan untuk membantu korban bencana alam jika dibutuhkan.

Menurut Pieter, dengan stok beras yang ada saat ini, semua kejadian bencana di wilayah itu masih bisa teratasi. Itupun jika intensitas bencana mengalami peningkatan dalam beberapa hari ke depan ini.

"Kita harapkan tidak ada kejadian luar biasa seperti beberapa pekan terakhir ini. Kalau intensitas bencana meningkat maka tidak ada pilihan lain kecuali meminta bantuan tambahan dari pemerintah pusat," kata Manuk.

Mengenai makanan siap saji, Pieter mengatakan stok bahan makanan siap saji mulai menipis, karena banyak permintaan dari daerah-daerah yang dilanda bencana alam selama tiga pekan terakhir ini.

"Dalam tiga hari terakhir ini mulai kewalahan melayani permintaan bantuan darurat terutama makanan siap saji karena stok sudah sangat menipis, " katanya.

Menurut Pieter, pihaknya telah mengirim surat kepada Menteri Sosial di Jakarta untuk meminta bantuan tambahan makanan siap saji dalam waktu cepat karena ada beberapa daerah seperti Kabupaten TTS, Kupang, Maumere dan Belu sangat membutuhkan bantuan segera.

Makanan siap saji yang sangat dibutuhkan warga terkena bencana itu, antara lain ikan kaleng, minyak sayur, saus dan mie instan.

Selain makanan siap saji, pihaknya juga membutuhkan bantuan terpal dan tikar, seragam sekolah untuk anak sekolah pada semua tingkatan serta selimut, kata Pieter Manuk. (laporan Budi/ant)

 

Arsip Berita