Rabu, 23 Mei 2012
Analis Stasiun Meteorologi: Tinggi Gelombang Perairan Selatan Jateng Meningkat
Rabu, 20 April 2011 05:49
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 20/4 (SIGAP) - Stasiun Meteorologi Cilacap memprakirakan tinggi gelombang maksimum di perairan selatan Jawa Tengah pada hari Kamis (21/4) mengalami peningkatan.

Analis cuaca Stasiun Meteorologi Cilacap, Teguh Wardoyo, di Cilacap, Rabu (20/4) mengatakan, tinggi gelombang maksimum pada hari Kamis diprakirakan mencapai 2,5 meter atau meningkat dari kondisi beberapa hari sebelumnya yang rata-rata 2 meter.

Menurutnya, peningkatan tinggi gelombang tersebut akibat pengaruh daerah pusat tekanan rendah yang muncul di Samudera Hindia selatan Nusa Tenggara Barat.

Kendati demikian, Teguh mengatakan, pengaruh daerah pusat tekanan rendah tersebut diperkirakan tidak akan lama sehingga kemungkinan menjadi bibit badai sangat kecil.

"Tekanan di daerah pusat tekanan rendah tersebut saat ini masih 1.002 milibar. Ini diperkirakan hanya akan berlangsung selama satu hingga dua hari ke depan dan setelah itu akan menghilang," katanya.

Lebih lanjut mengenai prakiraan tinggi gelombang pada hari Kamis (21/4), Teguh mengatakan, wilayah pantai diprakirakan berkisar antara 0,5-2 meter dengan kecepatan angin 15-35 kilometer per jam yang bertiup dari arah tenggara hingga barat.

Sementara tinggi gelombang di wilayah Samudera Hindia, kata dia, diprakirakan berkisar antara 0,7-2,5 meter dengan kecepatan angin 20-40 kilometer per jam yang bertiup dari arah tenggara hingga barat.

"Kondisi tersebut masih kondusif bagi pelayaran," katanya.

Dirinya mengatakan, secara umum kondisi cuaca di wilayah perairan diprakirakan berawan sebagian hingga berawan banyak dan berpeluang terjadi hujan ringan antara malam hingga pagi hari.

Menurutnya, kondisi cuaca tersebut diprakirakan juga terjadi di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta pada hari Kamis (21/4).

"Hanya saja peluang hujan di beberapa wilayah berbeda-beda akibat pengaruh lokal sehingga suhu udara pun kadang terasa panas," katanya.

Dalam hal ini, dirinya mencontohkan suhu udara di Kota Cilacap pada hari Selasa (19/4) yang mencapai 34 derajat Celcius.

Menurut Teguh, hal ini disebabkan pengaruh lokal Cilacap yang beberapa hari sebelumnya tidak terjadi hujan sehingga pemanasan pada hari Selasa menjadi maksimal.

"Kalau hari ini (20/4) suhu udara diprakirakan hanya 32 derajat Celcius karena tadi malam sempat diguyur hujan. Namun untuk hari Kamis diprakirakan mencapai 33 derajat Celcius," kata Teguh. (laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita