Rabu, 23 Mei 2012
Gubernur Sulbar Optimis Turunkan Kemiskinan
Rabu, 20 April 2011 04:18
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 20/4 (SIGAP) - Gubernur Sulawesi Barat, H.Anwar Adnan Saleh optimistis mampu turunkan angka kemiskinan minimal dua persen pada 2011 dari jumlah kemiskinan pada tahun 2010 dengan capaian sekitar 13,58%.

"Kami tetap optimis daerah ini akan bisa kita tekan jumlah penduduk miskin di tahun 2011 minimal mengalami penurunan sekitar dua persen atau menyisakan 11 persen penduduk miskin di tahun ini," kata Anwar Adnan Saleh di Mamuju, Selasa (19/4).

Menurutnya, target minimal penurunan persentase kemiskinan sebesar dua persen cukup realistis mengingat kondisi perekonomian semakin membaik.

Membaiknya perekonomian di Sulawesi Barat (Sulbar), katanya, dipicu dengan membaiknya harga komoditi kakao yang dikembangkan mayoritas penduduk Sulbar yang saat ini jumlah penduduknya 1,2 juta jiwa.

"Harga kakao Sulbar sangat membantu ekonomi rakyat. Makanya, rasa optimis menurunkan angka kemiskinan di daerah ini akan dapat tercapai,"terangnya.

Selain dari sektor kakao, kata Gubernur, penurunan angka kemiskinan di daerahnya juga ditopang dengan masa panen padi tiga kali dalam setahun.

Gubernur mengemukakan, berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa penurunan angka kemiskinan dari tahun ke tahun mengalami penurunan dari 15,29 persen pada 2009 menjadi 13,58 persen pada 2010.

"Angka kemiskinan di Sulbar pada tahun 2008 silam berada pada posisi 16,73 persen. Angka itu berhasil ditekan menjadi 15,29 persen di tahun 2009 dan angka kemiskinan di tahun ini berhasil dipangkas menjadi 13,58 persen. Makanya, kondisi tahun ini akan tetap bisa ditekan seiring dengan berbahagianya petani kita dalam menghadapi musim panen baik kakao maupun tanaman padi," katanya.

Dirinya mengatakan, turunnya angka kemiskinan di Sulbar selama ini dipicu dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi Sulbar pada triwulan II tahun ini mencapai 15,09 persen atau tertinggi di Indonesia.

"Pertumbuhan ekonomi Sulbar tahun 2010 sangat berkualitas karena dibarengi dengan turunnya angka kemiskinan," kuncinya. (laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita