Rabu, 23 Mei 2012
BPBD NTT: Belum Ada Laporan Kerugian Akibat Bencana Belu
Selasa, 19 April 2011 07:19
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 19/4 (SIGAP) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Timur menyatakan, sejauh ini belum menerima laporan resmi tentang kerugian akibat bencana banjir Benenain, di Kabupaten Belu, wilayah yang berbatasan dengan negara Timor Leste.

Menurut Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD NTT, Tiago Hornay, di Kupang, Selasa (19/4) mengatakan, laporan resmi akan dijadikan sebagai acuan bagi BPBD NTT dalam mengajukan permohonan bantuan anggaran kepada Pemerintah Pusat, baik untuk penanganan darurat maupun jangka panjang.

Tiago Hornay mengemukakan hal itu, berkaitan dengan bantuan darurat dan jangka panjang untuk penanggulangan bencana banjir Benenain di Kabupaten Belu karena setiap tahun banjir selalu saja menerjang pemukiman penduduk di hilir Sungai Benenain.

"Sebagian bantuan darurat sudah kami kirimkan bersamaan dengan bantuan dari Dinas Sosial Provinsi NTT. Tetapi untuk penanganan jangka panjang belum bisa kami usulkan kepada pemerintah pusat karena masih menunggu laporan resmi tentang kerugian akibat bencana tersebut dari Pemerintah Kabupaten Belu," katanya.

Tiago Hornay mengatakan, angka kerugian akibat bencana tidak bisa diambil dari hasil publikasi media massa, tetapi berdasarkan usulan resmi pemerintah kabupaten.

"Media massa mengatakan kerugian Rp22 miliar tetapi kami masih menunggu surat resmi," katanya.

Menurutnya, penanganan pasca banjir dan jangka panjang dengan biaya berapa pun harus melalui sebuah perencanaan yang matang dan usulan anggaran yang rasional untuk diteruskan kepada Badan Penanggulangan Bencana Nasional.

Sementara itu, Wakil Bupati Belu, Lodovikus Taolin yang dihubungi terpisah mengatakan, kerugian akibat bencana Belu Benenain mencapai lebih dari Rp22 miliar.

Bupati mengatakan, angka ini merupakan perkiraan sementara karena para petugas belum bisa bekerja optimal di lapangan untuk menghitung kerugian karena kondisi lapangan sampai saat ini belum memungkinkan petugas bekerja.

"Daerahnya masih berlumpur. Warga juga masih berada di pengungsiaan sehingga petugas belum bisa menghitung besarnya kerugian akibat bencana Belu," katanya.

Bantuan yang diperlukan saat ini kata Lodovikus adalah pangan dan obat-obatan karena sebagian besar warga masih bertahap di tempat-tempat penampungan sementara, karena banjir kiriman dari dua kabupaten tetangga masih terus menggenangi perkampungan mereka. (laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita