Rabu, 23 Mei 2012
Dinkes Rejanglebong: Penanganan DBD Butuh Dukungan Berbagai Pihak
Sabtu, 16 April 2011 17:29
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 17/4 (SIGAP) - Dinas Kesehatan Kabupaten Rejanglebong, Provinsi Bengkulu menyatakan, penanganan berjangkitnya penyakit demam berdarah dengue membutuhkan dukungan masyarakat dan pihak-pihak lainnya.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Rejanglebong, Tri Mei Sartono, di Rejanglebong, Sabtu (16/4).

Selain menggalakkan sosialisasi pencegahan serangan DBD, pihaknya juga meminta peran aktif masyarakat serta elemen lainnya di daerah itu guna memutus mata rantai penyebaran penyakit menular ini di daerah itu, dalam bentuk pemberdayaan kelompok dan perangkat desa/kelurahan.

Langkah ini dapat dilakukan masyarakat dan pihak lainnya dengan menggerakkan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuat sampah sembarangan serta menggiatkan gerakan 3M, yakni menguras dan menyikat tempat air seminggu sekali, kemudian menutup rapat tempat penampungan air dan mengubur barang bekas.

Hingga pertengahan April 2011, katanya, jumlah warga setempat yang sudah terkena serangan DBD sebanyak sembilan orang, sedangkan pada tahun sebelumnya sebanyak 265 orang, dengan rincian pasien yang menjalani rawat jalan sebanyak 19 orang dan rawat inap 146 orang.

Dari 157 desa/kelurahan yang tersebar dalam 15 kecamatan di daerah ini, pada 2010 sebanyak 48 dinyatakan masuk dalam kategori serangan sporadis sebanyak 27 desa/kelurahan dan sebanyak 21 desa/kelurahan dinyataka sebagai daerah endemis DBD.

Datangnya perubahan musim dari kemarau ke musim hujan saat ini, kata dia, menjadi salah satu penyebab mulai berjakitnya DBD, karena perubahan musim ini turun memengaruhi pengembangbiakan nyamuk "Aedes Aegypti" yang menyebarkannya.

Untuk mengantisipasi merebaknya panyakit tersebut saat ini, juga dilakukan pengasapan pada pemukiman warga yang terserang DBD, dengan radius 100 meter, serta kawasan lainnya yang dianggap rawan DBD.

Dinkes juga membagikan obat pembasmi jentik nyamuk ke rumah-rumah penduduk di setiap kecamatan di daerah itu. (laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita